Home Hukum KoDe Menilai MK Tidak Konsisten Dan Pragmatis

KoDe Menilai MK Tidak Konsisten Dan Pragmatis

55
0

JAKARTA – Beritasatoe.com,- Koordinator Bidang Konstitusi dan Ketatanegaraan Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) menilai Mahkamah Konstitusi bersikap inkonsisten.

Hal itu disampaikan Violla Reininda selaku Koordinator Bidang Konstitusi dan Ketatanegaraan Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) dalam diskusi daring, Senin, (07/09/2020). Viola mengatakan bahwa lembaga Mahkamah Konstitusi bersikap tidak konsisten dalam memeriksa beberapa pengujian undang-undang yang terkait dengan lembaga yudikatif tersebut. Ia menyebutkan ada sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pragmatis demi untuk kepentingan lembaga itu.

“MK tidak bersikap secara konsisten kemudian seringkali menimbulkan paradoks dan juga ada anomali-anomali yang hadir dalam putusannya” ujar Violla.

Ia mencontohkan MK tidak setuju dengan pengajuan calon hakim konstitusi harus melalui panel ahli bentukan Komisi Yudisial dalam Putusan Nomor 1-2/PUU-XII/2014, tetapi MK beralasan hal itu mengurangi kewenangan lembaga pengaju calon hakim konstitusi, yakni presiden, DPR, dan Mahkamah Agung.

Selain itu, Violla menyebut MK juga sering memberikan tafsiran baru dan mengabulkan permohonan yang materinya termasuk kebijakan yang dibuat pembentuk undang-undang, misalnya dalam putusan Nomor 7/PUU-XI/2013.

Dalam putusan itu, MK mengabulkan pembatasan usia hakim konstitusi setidak-tidaknya 47 tahun dan paling tinggi 65 tahun pada saat pengangkatan pertama.

Baca juga : Ketua PWI Pusat Atal Depari Minta Jangan Ada Kecurangan di Komferprov Jateng

KoDe Inisiatif juga mencatat MK mempunyai pertimbangan hukum untuk kepentingan konstitusional yang lebih luas dalam memutus perkara terkait dirinya, misalnya dalam putusan Nomor 49/PUU-IX/2011 yang diajukan di antaranya Saldi Isra dan Arief Hidayat yang kini menjabat sebagai hakim konstitusi.

KoDe Inisiatif berencana mengajukan pengujian revisi UU MK yang baru disahkan karena menilai pengesahan RUU MK sarat kepentingan politik dan menunjukkan kemunduran dalam berkonstitusi. (Ant/)

Leave a Reply