Home Bogor Raya Bima Arya Tolak PSBB Total

Bima Arya Tolak PSBB Total

104
1
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

KOTA BOGOR – Beritasatoe.com,-Guna menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor, masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) diperpanjang selama tiga hari hingga 14 September.

Keputusan tersebut disampaikan Walikota Bogor Bima Arya. Menurutnya Perpanjangan itu, dilakukan sambil menunggu pembaruan informasi dari tim satgas Covid-19 pemerintah yang biasanya diperbarui setiap pekannya.

“Perpanjang sampai hari Senin, tiga hari. Perpanjang tiga hari sambil kita update data-data, karena setiap Minggu malam gugus tugas mengupdate status kota seluruh Indonesia. Itu kita update dulu baru setelah itu kita rumuskan lagi,” ujar Bima lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/9) malam.

Bima menyebutkan, perpanjangan PSBMK di Kota Bogor sekaligus menjadi penolakan pihaknya terhadap penerapan PSBB Total yang akan diterapkan DKI Jakarta pada 14 September mendatang.

Bima juga mengaku menolak PSBB total lantaran dinilai belum tentu efektif menekan laju sebaran Covid-19. Pernyataan itu ia ungkapkan usai mengikuti rapat membahas hal itu bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan sejumlah kepada lain sewilayah Jabodetabek.

“Kalau Bogor enggak. Arahnya tidak ke sana. Bogor tidak akan melakukan PSBB total. Bogor punya rumusan, yang didasarkan pada data-data terakhir dan masukan dari semua stakeholder,” ujar Bima.

Kota Bogor telah menerapkan PSBMK sejak 29 Agustus lalu selama 14 hari. PSBMK merupakan pembatasan aktivitas kegiatan di RW yang berada di zona merah.

Dia menyebut, langkah itu dinilai lebih efektif ketimbang kembali menerapkan PSBB total seperti saat awal-awal diberlakukan. Terlebih, menurut dia, penerapan kembali PSBB total juga perlu menghitung ongkos yang dinilai tak sedikit.

Pasalnya, Bima pesimis pemerintah memiliki anggaran jika semua wilayah se-Jabodetabek mengikuti DKI menerapkan PSBB Total. Dia menyebut, pihaknya memiliki konsep lain lewat PSBMK guna menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Pemerintah pusat siap nggak mengucurkan tambahan bansos? APBD siap nggak? TNI polri siap nggak? Kalau nggak siap, enggak usah,” kata Bima tegas.

“Kita ada format lain, yang lebih memungkinkan, yaitu model kebersamaan. Mengawasi bersama-sama warga dan Komunitas dengan sumber daya yang ada,” kata dia. (Red/CNN)

1 COMMENT

Leave a Reply