Home Bogor Raya Diduga Ada Penyelewengan Dana, DPMD Kabupaten Bogor Akan Evaluasi Semua BUMDes

Diduga Ada Penyelewengan Dana, DPMD Kabupaten Bogor Akan Evaluasi Semua BUMDes

69
0

BOGOR, (BERITASATOE.COM) -Adanya laporan warga terkait Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tidak maju (gagal) padahal modal awalnya adalah bersumber dari Dana Desa (DD) Pemerintah Pusat disikapi serius oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor.

Dilansir dari Inilah Online, Ade Jaya Munardi selaku Kepala Dinas DPMD menyatakan akan mengambil langkah evaluasi baik dari sisi administrasi maupun teknis, terhadap semua BUMDes yang ada di kabupaten bogor.

“Akan kita evaluasi semuanya dan kalau ada penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala desa ataupun BUMDes maka kita serahkan ke aparat hukum untuk ditindak lanjuti,” tegas Ade Jaya.

Kata Ade lagi, Hal ini kita lakukan karena ada laporan warga bahwa diduga ada penyimpangan pengelolaan BUMDes tersebut, hingga BUMDes tersebut dikatakan tidak maju atau gagal. Dan jikalau dugaan adanya penyimpangan kewenangan pengelolaan BUMDes tidak harus berdasarkan laporan. Kan (penyelewengan) itu masuk ranah hukum pidana, tidak harus menunggu laporan atau aduan. Aparat hukum baik kepolisian maupun kejaksaan bisa mengusut atau menindak langsung apabila ada temuan, sebut Ade.

Ade menambahkan kalau jajarannya yang menemukan penyimpangan maka akan dilakukan pembinaan dan mengenai adanya penyimpangan maka kita persilahkan untuk mengembalikan ‘uang rakyat’.

“Kalau kami yang menemukan penyimpangan maka kita dorong oknum tersebut melakukan pengembalian uang atau aset, saya minta ‘uang rakyat’ harus kembali,” tambah Ade.

Diwawancarai terpisah, Kepala Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Eko Widiana bingung karena saldo Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dssanya nol rupiah dan malah disuguhi laporan hutang, padahal sebelumnya Pemdes Tugu Selatan telah menyuntikkan penyertaan modal sebesar Rp 180 juta.

“Itu yang kita bingung, disuntik penyertaan modal Rp 180 juta oleh Kepala Desa Tugu Selatan sebelumnya, tetapi saldo BUMDes Tugu Selatan kini nol rupiah, aset tidak ada dan bahkan malah punya hutang,” ucap Eko kepada wartawan, Rabu, (23/9).

Ia melanjutkan menurut laporan manajemen BUMDesny, BUMDes Tugu Selatan sebelumnya berupa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) namun karena gagal maka saat ini usaha tersebut tidak lagi beroperasi.

“Katanya sih bentuk BUMDesnya KSP, tapi laporan uang simpan pinjamnya ga jelas dan tercecer ke mana-mana, legalitas KSP tersebut juga ga ada,” tukasnya. (BS/Rza)

Leave a Reply