Home Hukum Novel Baswedan : Proses Ijin Penyadapan Yang Lama, Bisa Sebabkan Bukti Hilang

Novel Baswedan : Proses Ijin Penyadapan Yang Lama, Bisa Sebabkan Bukti Hilang

137
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

JAKARTA, (BERITASATOE.COM) – Dalam acara sidang pengujian Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 yang digelar secara virtual di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu, (23/09) penyidik senior KPK Novel Baswedan mengatakan, kini permintaan izin dilakukan penyadapan harus melalui pejabat struktural, pimpinan KPK kemudian Dewan Pengawas disertai penjelasan.

Novel menyebut proses permohonan izin untuk dilakukan penyadapan yang lebih lama tersebut berpotensi menghilangkan bukti tindak pidana para pelaku korupsi.

“Dalam beberapa kasus respon tidak dilakukan dilakukan dengan segera maka potensi mendapatkan bukti menjadi hilang. Ini yang menjadi persoalan dalam proses penyadapan,” ujar Novel Baswedan yang dihadirkan sebagai saksi.

Dikatakannya, KPK banyak mendapat masukan dan informasi dari masyarakat terkait tindak pidana korupsi yang sedang ditangani maupun dalam pemantauan. Untuk itu, penting agar informasi yang didapat segera direspon.

Untuk bukti-bukti yang diperlukan cepat itu, menurut dia, menjadi terhambat dengan adanya Dewan Pengawas KPK yang memberikan persetujuan atau penolakan permohonan izin penyadapan terlebih dulu.

Padahal sebelumnya, tutur Novel Baswedan, proses penyadapan di KPK dilakukan dengan standar penyadapan yang berlaku, fokus objek ditetapkan dalam surat perintah serta diaudit secara berkala.

Untuk diketahui dalam kesempatan  itu Novel Baswedan dan pimpinan KPK memberikan keterangan untuk perkara permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 yang di antaranya diajukan mantan pimpinan KPK dan pegiat antikorupsi. (**)

 

Sumber : Antara

 

Leave a Reply