Home Daerah HUT ke-210 Kota Bandung, Dengan Inovasi dan Kolaborasi, Bergerak Melawan Covid-19

HUT ke-210 Kota Bandung, Dengan Inovasi dan Kolaborasi, Bergerak Melawan Covid-19

106
0

KOTA BANDUNG, (BERITASATOE.COM) – Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dalam rangka HUT ke-210 Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jum’at (25/09) mengusung tema “Dengan Inovasi dan Kolaborasi Kota Bandung Bergerak Melawan Pandemi COVID-19″ dipilih sebagai momentum menjaga pentingnya kedisiplinan, komitmen, konsistensi, dan kolaborasi di masa pandemi.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial dalam sambutannya mengatakan, Kedisiplinan protokol kesehatan diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus, komitmen berkenaan dengan keseriusan menuntaskan pandemi. Konsistensi artinya keteguhan menjaga kinerja dalam kondisi apapun, dan kolaborasi bersentuhan dengan kerjasama mengisi kekurangan,” kata Oded.

Baca juga : Ridwan Kamil Sampaikan Peluang Ekonomi Baru Jabar

Oded pun menjelaskan, penanganan pandemi COVID-19 bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga diperlukan dukungan semua pihak termasuk masyarakat. Apalagi, Kota Bandung memiliki catatan sejarah dan akar budaya masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai “rempug jukung sauyunan” atau satu hati dan saling tolong menolong, tukas Oded.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut memberikan sambutan dalam acara tersebut berharap, hari jadi Kota Bandung pada 25 September ini dijadikan sebagai momentum introspeksi dalam pelaksanaan agenda pembangunan, terutama upaya pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan akibat pandemi COVID-19.

Dalam Kesempatan itu pula, Kang Emil juga menyampaikan beberapa ekonomi baru Jabar berdasarkan kajian ekonomi pascapandemi COVID-19 yang juga bisa diterapkan di Kota Kembang.

Baca juga : Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Apresiasi Langkah Pemprov Jabar Teruskan Pinjaman Daerah kepada Kabupaten/Kota

merintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan mendorong kawasan metropolitan baru yakni Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) menjadi wadah bagi sejumlah investor yang memindahkan lokasi dari China. Sementara investor nonmanufaktur di bidang teknologi akan diarahkan ke Kota Bandung.

“Akan datang aliran investasi yang pindah dari Tiongkok karena COVID-19, peluang ini harus ditangkap oleh kita, khususnya yang sifatnya inovasi teknologi, Kota Bandung harusnya bisa menangkap (peluang investasi),” kata Kang Emil.

Terkait ekonomi pangan. Kang Emil berujar, pandemi COVID-19 menyadarkan semua pihak bahwa pangan adalah sektor yang mampu bertahan dari disrupsi. Untuk itu, ketahanan pangan menjadi sebuah kedaruratan yang harus diantisipasi. Program berkebun di rumah atau urban farming menjadi sebuah urgensi. Ujarnya.

“Kota Bandung sebenarnya memiliki semua kapasitas untuk memproduksi alat-alat kesehatan yang selama ini terabaikan. Mari semangat (mendorong) industri-industri di Kota Bandung agar tidak mengandalkan (produk) dari daerah lain,” kata Kang Emil.

Selain itu, ia menilai bahwa Kota Bandung memiliki Sumber Daya Manusia yang siap merespons ekonomi digital. Peluang ini harus dijadikan strategi baru dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tahan terhadap disrupsi selain pangan, yaitu kesehatan dan ekonomi digital.

Dalam sambutannya, Kang Emil juga memuji pembangunan di Kota Bandung yang sudah berjalan baik. Raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut menjadi bukti efektifnya penggunaan anggaran bagi kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan spiritual.

“Kami (Pemda Provinsi Jabar) pun selalu mendukung kebutuhan Kota Bandung, tinggal disempurnakan proses komunikasinya saja,” pesan Kang Emil. (Adjie/SN/Hms)

 

Leave a Reply