Home Daerah Diduga Standar Kerja Yang Buruk Sebabkan Kecelakaan Kerja Penambang Emas

Diduga Standar Kerja Yang Buruk Sebabkan Kecelakaan Kerja Penambang Emas

124
0

LAMPUNG, (BERITASATOE.COM) – Diduga standar kerja penambang di perusahaan tidak di terapkan sesuai dengan mekanisme mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja di areal Pertambangan Emas PT.NUP  ( Napal Umbar Picung ) yang memiliki dua anak perusahaan PT. LKC (Lampung Kencana Cikantor ) dan PT. LSB ( Lampung Sumber Baru ), pada Sabtu ( 26/9 ).

Kejadian kecelakaan kerja tersebut terjadi pada bulan Agustus lalu yang menimpa salah satu penambang yakni Suyantok bin Amri (45) Warga Dusun Telaga Sari Desa Babakan Loa Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran.

Korban ( Suyanto ) menginjak anak tangga di lubang tambang sehingga terpeleset dan terjatuh sedalam 7 meter, Korban mengalami patah kaki di bagian tulang keringnya.

 

Insiden kecelakaan itu terjadi diduga karena penambangan memakai sistim underground mining, di mana penambangan di lakukan dengan penggalian, di kedalaman sehingga membuat terowongan di kedalaman tanah yang bermeter – meter bahkan ada pula yang mencapai lebih dari 2 kilo meter. Hal itu tidak di perhatikan oleh Kepala teknik Tambang ( KTT ) baik kepala teknik tambang PT. LSB mau pun PT LKC sebagai kepala teknik tambang yang bertanggung jawab di areal tambang.

Saat di temui kepala teknik tambang PT. LKC, Hugo mengatakan diri nya tidak mengetahui insiden yang menimpa pekerja tambang atas nama Suyanto, pihaknya mengakui baru mengetahui informasi tersebut  yang di sampaikan oleh Wartawan. ketidak jelasan ini di perparah dengan sikap kepala teknik tambang PT. LSB (Lampung Sumber Baru).

Hendro, terkesan arogan saat di kompirmasi mengenai insiden kecelakaan yang menimpa salah satu penambang tersebut. Bahkan terkesan menutupi kejadiannya.

” Tak ada insiden kecelakaan di Areal PT. NUP ini ” Kata Hendro.

Setelah awak media menunjukan photo korban ( Suyanto ) dan rekaman suara korban barulah Hendro percaya.

Sampai berita ini di turunkan belum ada itikad baik dari perusahaan untuk bertanggung jawab atas insiden yang menimpa Suyanto. Suyanto hanya mendapat perhatian dari rekan-rekan kerja dan kepala tim lubang yang memberikan bantuan.

Hal ini sangat disayangkan oleh Ketua DPD Bain Ham ( Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia ) Kabupaten Pesawaran Doni Alponco,

Sangat menyayangkan dan mengutuk keras atas ketidak pedulian perusahaan dan lalai dalam menjalankan eksploitasi penambangan yang tidak mengutamakan keselamatan para pekerja tambang.

Menurut Doni, Cara perekrutan karyawan dan status yang tidak jelas hal ini tidak bisa di diamkan, ucapnya.

” Hal ini tidak bisa didiamkan terus menerus, ini perampasan hak asasi di sini, kita akan pelajari hak hak pekerja dan kewajiban perusahaan selama ini masarakat banyak di rugikan dengan sistem dan cara kerja uang di anut dengan perusahaan bila perlu kita bawa ke ranah hukum” Ungkapnya.

” kita akan pelajari dan kepada pihak yang berwenang terkait masalah kecelakaan dan kelalaian perusahaan, saya akan mengajak aparat agar meninjau ulang ijin dan perijinan di dinas terkait,” Pungkas Doni

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, banyak di temukan standar pekerja tambang yang tidak standar salah satunya sepatu Septy ,nyaris semua pekerja tambang tidak menggunakan alat pelindung keselamatan.  Bahkan ada pekerja yang tidak beralas kaki, helm pelindung, baju pengaman kerja serta pengaman stek di lubang nyaris tidak memenuhi standar dan terkesan asal-asalan.(tim/**)

Leave a Reply