Home Pemerintahan Selayaknya Presiden Dan DPR Mendengar Aspirasi Rakyatnya.

Selayaknya Presiden Dan DPR Mendengar Aspirasi Rakyatnya.

92
0

BANDUNG, (BERITASTOE.COM) – Munculnya desakan agar Pilkada ditunda, dari berbagai element dan Organisasi masyarakat, membuat suasana pelaksanaan Pilkada 2020 semakin gaduh, seiring meningkatnya ancaman bagi masyarakat oleh dampak penyebaran virus Covid 19, hingga saat ini di Indonesia.

Dalam situasi ini, kembali Nonoman Jawa Barat Asep B Kurnia, yang sapaan akrabnya “AA.Maung” juga memberikan pandangannya.

“Demi kepentingan masyarakat banyak, apapun yg berkaitan dengan itu, juga terkait banyaknya aspirasi dari masyarakat, melihat sikon yg belum memungkinkan untuk melaksanakan Pilkada, ya saya berani suarakan, sebaiknya Pilkada ditunda” Ucap AA.Maung kepada Tim Media.

“Tentu dalam hal ini Presiden dan Wakil Rakyat, harus mengedepankan Aspirasi dari masyarakat, sudah jelas intinya keinginan Masyarakat dalam situasi seperti ini, akan lebih diutamakan kepentingan dan keselamatan Masyarakat, karena dengan adanya Wabah Covid 19 ini”, paparnya.

“Pelaksanaan Pilkada memang sangat penting, untuk memilih Calon Pemimpinnya, tetapi kepentingan itu jangan sampai mengganggu yang harus lebih penting, yakni keselamatan dan kesehatan Masyarakat, itu lebih utama” tuturnya.

“Kalau penilaian pribadi dengan kondisi seperti ini, tentu pesta rakyat akan mengeluarkan banyak biaya, tetapi ada yang harus lebih penting, dimana Covid 19 harus lebih diutamakan pencegahannya, dan dana tersebut bisa dipakai untuk menanggulangi Covid 19,” ungkapnya berikan alasan.

“Hal itu akan lebih bermanfaat, toh ada dan tidaknya Pilkada, saya rasa Pemerintahan masih bisa berjalan”, katanya.

AA Maung menambahkan “Disini kita bisa melihat dan menilai, apakah Presiden dan wakil Rakyat akan lebih mengedepankan aspirasi yang mana?”, pertanyaannya.

“Semenjak masa Pandemi ada di Negara kita, justru kasusnya sekarang terus bertambah, ini saya sangat hawatir dengan Pesta Pilkada serentak, akan lebih menambah beban baru buat Pemerintah, dan akan terjadinya cluster baru Covid 19” tegas AA.Maung.

“Karena kebiasaan lama di Negara kita, bahwa Kampanye itu, identik dengan mendatangkan kerumunan masa yang banyak, meskipun saat Pandemi ini ada larangan untuk tidak memperbolehkan itu”. tegasnya menambahkan.

“Saya pribadi menanyakan sejauh mana kesiapan dan meyakinkan Masyarakat, bahwa Pilkada serentak ini dijamin oleh Pemerintah, bahwa akan ada penerapan protokoler yang ketat” tanyanya.

“Hingga hari ini saja sebelum Pilkada, malah,,, sekarang kasus bertambah” ungkapnya.

“Atas dasar hal itu,, maka sangat logis, bila Pilkada serentak 2020 ini, ditunda dulu sampai betul-betul kita terbebas dari Wabah Covid-19 ini” usulnya.

Dalam waktu dekat AA.Maung juga mengatakan pada Tim Media, bahwa akan melakukan pernyataan sikap dengan rekan-rekan yang ada di Jawa Barat, untuk menyarankan bahwa Pilkada 2020 ditunda dulu.

Hingga berita ini dibuat, tampaknya AA. Maung dengan para pengamat dan rekan- rekan lainnya, saat ini sedang merumuskan point-point yang akan disarankan, sebagai bentuk aspirasi atau petisi kepada Pemerintah Pusat atas nama warga Jawa Barat.

Diakhir, AA.Maung mengatakan bahwa, “Rumusan hasil point Petisi bersama ini, kemungkinan akan didukung oleh puluhan organisasi kemasyarakatan atau ke-umatan termasuk sesepuh dan para pakar ahli dan praktisi sosial lainnya” pungkasnya.

Reporter : (Ydk/Krn )

Leave a Reply