Home Hukum Modus Mengaku Bisa Berkomunikasi dengan Arwah, Paranormal Ini Cabuli Gadis Pasiennya

Modus Mengaku Bisa Berkomunikasi dengan Arwah, Paranormal Ini Cabuli Gadis Pasiennya

35
0

CILEGON – Ada-ada saja modus Kelakuan A (30) pria yang mengaku berprofesi sebagai paranormal di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon ini. Dengan Mengaku bisa menghadirkan arwah orang yang sudah meninggal dijadikannya modus untuk mencabuli pasien nya.

Mawar (18) bukan nama sebenarnya warah kota Serang Banten menjadi korban perbuatan cabul si paranormal. Dan akibat perbuatan bejadnya tersebut kini pelaku  diamankan Satreskrim Polres Cilegon

Dikutip dari Bantennews.co.id Kapolres AKBP Sigit Haryono menceritakan kronologis nya. Sigit menuturkan pertemuan Mawar dengan pelaku berawal dari seseorang yang kenal dengan pelaku yang mengajak korban ke rumah pelaku

Kemudian pelaku  mengajak ngobrol-ngobrol soal orangtuanya dulu. Dengan alasan pelaku ini bisa berkomunikasi dengan orangtua korban yang sudah pada meninggal,” tutur Kapolres, Senin (28/9).

Nah dari pertemuan itulah  pelaku dan korban bertukar nomor handphone dan sempat curhat. Namun suatu ketika korban dihubungi pelaku diminta datang ke rumah pelaku

Menurut keterangan korban, dia dimasukkan ke dalam kamar, tapi tiba-tiba korban tidak sadarkan diri. Saat korban sadar, ternyata dia sudah telanjang, terus akhirnya dia teriak dan kemudian diancam sama pelaku, kamu jangan cerita-cerita, saya punya video atau gambarnya, terang Kapolres menirukan ucapan korban yang diancam pelaku.

Saat ini, kata Kapolres, pihaknya masih mencari video yang menjadi alat untuk mengancam korban.

“Penyidik masih mencari video itu disimpan dimana, penyidik masih mendalami,” papar Kapolres.

Setelah pelaku melapor ke Satreskrim Polres Cilegon, lanjut Kapolres, pihak kepolisian langsung membekuk pelaku di kediamannnya.

“Saat ini pelaku sedang diperiksa, pelaku ditangkap di kediamannya. Kasus ini masih kita kembangkan, setelah kita periksa nanti kita bisa tahu sejauh mana pelaku ini apakah hanya satu korban atau lebih dari satu,” kata Kapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 289 KUHP tentang ancaman dengan kekerasan dengan hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (Red)

 

Sumber : Bantennews

Leave a Reply