Home Daerah Warga Kunciran Resah Dengan Pembangunan Tower Sutet yang diduga Tidak Memiliki IMB

Warga Kunciran Resah Dengan Pembangunan Tower Sutet yang diduga Tidak Memiliki IMB

105
0

TANGERANG, (BERITASTOE.COM) – Proyek pembangunan tower tranmisi SUTET milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di wilayah Rt 02/Rw 04 Kelurahan Kunciran jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Banten, diduga tidak mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB), dimana proyek pembangunan Sutet ini sudah berjalan sekian lama dan beberapa bulan.

Saat ditemui awak media di lokasi pembangunan inisial  (E) mengatakan kami hanya selaku  pengawas dilapangan atau pekerja biasa pak, terkait tentang papan plang proyek dan papan IMB menurut keterangan pengawas dilapangan itu sudah ada, tapi belum sempat kami pasang. Dan nanti masalah ini akan segera  kami sampaikan kepada pimpinan kami pak. Katanya. Terkait ketinggian dia juga mengatakan jika ketinggian tower tersebut anatara 70 sampai  80 meter.

Sementara itu beberapa warga masyarakat yang dilingkungan sekitar RT 02/04, yang dimintai keterangannyaberinisial mengaku sangat berdekatan dengan proyek pembangunan Sutet. warga (TN,MN dan YN) mengatakan, “kami benar benar sangat resah dan kecewa karena kami belum mendapatkan pemberian kompensasi apa apa dari pihak pemborong atau kontraktor Bukaka selaku  pemenang tender, kami hanya dijanji-janjikan saja oleh pihak Bukaka,” ujar warga.

apalagiproyek pembangunan  Sutet ini dampaknya sangat tinggi mengngiat radiasinya Sutet ini dekat sekali dengan pemukiman warga masyarakat lingkungan sekitar kami. Ujar warga masyarakat lingkungan

Lanjut warga tadi, “mengingat pembangunan sutet ini dekat sekali dengan pemukiman warga, kami sangat khawatir akan dampak dari radiasinya bagi kesehatan. Dimana listrik yang ada disekitar Sutet menghasilkan energi magnetik yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia bila terpapar terlalu sering,” ungkap warga.

Sebuaah penelitian yang dilakukan Dr, Gerald menyebutkan bahwa gangguan kesehatan riskan di alami oleh anak-anak dan perempuan.

Memiliki resiko mengidap leukimia sebesar 70% pada anak -anak terutama pada saat melahirkan.

Untuk diketahui terkait pengaturan mengenai  IMB diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2005 tentang peraturan pelaksanaan, dan undang- undang nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan PP 36/2005 setiap orang yang ingin mendirikan bangunan harus memiliki izin mendirikan bangunan yang diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda) atau pemkot)  melalui proses permkhonan Izin (pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) PP 36/2005) Permohonan IMB,tukasnya. (Hdk/tim)

Leave a Reply