Home Daerah Berkantor di Depok, Gubernur Jabar Tinjau Fasyankes dan Serahkan Bantuan Logistik Kesehatan

Berkantor di Depok, Gubernur Jabar Tinjau Fasyankes dan Serahkan Bantuan Logistik Kesehatan

64
2

KOTA DEPOK, (BERITASATOE.COM) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memulai hari pertama berkantor di Kota Depok pada Jumat (2/10).

Emil menjelaskan, ia akan rutin berkantor di Kota Depok tiap seminggu sekali demi memaksimalkan koordinasi dalam penanganan pandemi global COVID-19 di wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), khususnya Kota Depok.

“Saya mengawali kunjungan sekaligus kerja (di Depok) yang akan saya rutinkan setiap minggu di Kota Depok,” ucap Kang Emil di Depok, Jumat (2/10).

“Bisa di awal minggu, di tengah minggu, atau di akhir minggu. Selanjutnya minggu depan saya (berkantor) di sini lagi untuk terus memantau (penanganan COVID-19 di Kota Depok). Bisa di awal minggu, di tengah minggu, atau di akhir minggu,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerja sekaligus hari pertamanya berkantor di Kota Depok ini, Kang Emil juga meninjau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Depok yakni Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Depok dan Rumah Sakit (RS) Citra Medika Depok.

Selanjutnya, Kang Emil menyerahkan bantuan logistik kesehatan untuk penanggulangan COVID-19 di Kota Depok dalam acara serah terima di Kantor Wali Kota Depok.

Bantuan dari gubernur berupa 6 unit ventilator dan alat kesehatan untuk 6 rumah sakit yang ada di Kota Depok, yakni RSUD Kota Depok, RS Meilia Cibubur, RSU Bunda Margonda, RS Hermina, RSU Hasanah Graha Afiah (HGA), dan RS Sentra Medika Cisalak.

Adapun rincian bantuan peralatan kesehatan yaitu rapid test antigen 3.000 pcs, rapid test antibodi 2.000 pcs, lancet 23G 2.000 pcs, sarung tangan 400 pcs, safety box 40 pcs, APD coverall 500 pcs, Oseltamivir 10.000 tab, dan UTM 2.000 pcs.

Menurut Kang Emil, kunci kemenangan untuk melawan COVID-19 adalah kebersamaan, termasuk saling membantu terkait logistik kesehatan demi kemaslahatan masyarakat setempat. Apalagi, berdasarkan data periode 21-27 September 2020, Kota Depok berstatus Zona Merah (Risiko Tinggi).

“Hari ini kami membawa banyak bantuan, semata-mata merupakan bentuk cinta kami kepada Kota Depok. Saya ke sini juga untuk menyemangati dan mengamati penanganan COVID-19 di Kota Depok. Yang paling utama dalam menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan,” ucap Kang Emil.

Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Kang Emil pun berpesan untuk menjaga keterisian rumah sakit tidak melebihi 60 persen. Selain itu, GTPPC Kota Depok juga harus tegas menerapkan aturan protokol kesehatan, termasuk jam buka dan kapasitas di restoran.(Sn/Hrmn)

2 COMMENTS

Leave a Reply