Home Nasional Pengamat Politik : Terkait UU Cipta Kerja, Jokowi Berpotensi dilengserkan

Pengamat Politik : Terkait UU Cipta Kerja, Jokowi Berpotensi dilengserkan

411
0

JAKARTA, (BERITASATOE.COM) – Maraknya penolakan publik terhadap UU Cipta Kerja bisa saja sangat beresiko terhadap kursi kepresidenan Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Dedi Kurnia Syah  pengamat politik dari Opini Politik Indonesia (OPI). Sejak awal menurutnya publik sudah terlihat menolak RUU Ciptaker, bahkan sempat ditunda pembahasan, tetapi pemerintah tidak sabar dan ketika publik diabaikan, bisa saja berbuah tuntutan untuk melengserkan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Menurut Dedi, sebaiknya Presiden Jokowi melakukan langkah untuk meredam maraknya aksi yang rawan ditunggangi kelompok yang ingin menggoyang pemerintah.

Dirinya juga mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disetujui DPR dan pemerintah.

“Jika presiden tidak mengambil sikap dengan berpihak pada rakyat secara umum, sangat berisiko terhadap posisi kepresidenan. Jangan sampai geliat massa menjadi ajang bagi kelompok tertentu untuk menurunkan Jokowi dari kursi kepresidenan,” kata Dedi kepada jpnn.com, Jumat (9/10).

Pengamat politik yang juga Dosen di Universitas Telkom itu menilai pemerintah dan DPR tidak memiliki rasa krisis karena memaksakan kesepakatan tentang pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja justru pada saat banyak permintaan dari berbagai kalangan.

” Seharusnya Presiden Jokowi memahami kondisi tersebut dan tidak memancing gerakan publik yang lebih besar. Semestinya presiden belajar dari pengesahan UU KPK yang juga merupakan korban karena aksi publik,” tukas Dedi. (SB/jpnn)

 

Artikel ini sudah tayang di media JPNN news dengan judul : Catatan soal Cipta Kerja: Rakyat Dipinggirkan, Presiden Jokowi Berpotensi Dilengserkan

Leave a Reply