Home Hukum Menkopolhukam Waspadai Penyusup di Demo 20 Oktober

Menkopolhukam Waspadai Penyusup di Demo 20 Oktober

60
0

JAKARTA, (BERITASATOE.COM) – Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau aparat kepolisian dan semua untuk memperlakukan para pedemo secara humanis.

Himbauan tersebut disampaikan Mahfud di Jakarta, Senin (19/10) kemarin. “Kepada aparat kepolisian dan semua perangkat keamanan dan ketertiban diharapkan untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa dengan humanis,” kata Mahfud MD.

Mahfud juga mengatakan, pemerintah senantiasa mengikuti dengan saksama dan memahami bahwa pada 20 Oktober 2020 akan ada unjuk rasa yang digelar di berbagai tempat.

Baca juga: 20 Oktober, BEM Seluruh Indonesia Akan Gelar Demo Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

 

Mahfud mengungkapkan pada kenyataannya, unjuk rasa menyampaikan aspirasi itu dijamin oleh konstitusi UUD 1945, serta diatur oleh UU Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Pemerintah pun tidak melarang asalkan dilakukan secara tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Pemerintah tidak melarang kalau mau unjuk rasa. Yang penting mengikuti aturan,” kata Dia.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat atau mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa pada 20 Oktober hari ini untuk mewaspadai adanya penyusup yang ingin membuat ricuh.

“silakan berunjuk rasa, silakan, tetapi hati-hati, jangan sampai ada penyusup yang mengajak anda bikin ribut,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, bukan tidak mungkin adanya penyusup yang ingin memanfaatkan kesempatan dengan membuat unjuk rasa yang sebenarnya menyampaikan aspirasi justru menjadi ricuh.

Yang jelas, kata dia, potensi-potensi masuknya penyusup dalam unjuk rasa semacam itu sudah diamati oleh kepolisian yang akan bertindak tegas terhadap pengacau.

Oleh karena itu, Mahfud meminta pedemo untuk berhati-hati dan mewaspadai agar jangan sampai aksi demo sebagai sarana penyampaian aspirasi tercoreng dengan aksi anarkis. (Antara/BS)

Leave a Reply