Home Bogor Raya DPRD Kabupaten Bogor Tanggapi Polemik Warga Dengan PT AI Terkait Pencemaran...

DPRD Kabupaten Bogor Tanggapi Polemik Warga Dengan PT AI Terkait Pencemaran Udara

191
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

GUNUNGSINDUR, (Beritasatoe.com) – Polemik yang melibatkan warga dua Desa di Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor dengan PT. Accon Indonesia yang dituding telah melakukan pencemaran udara (Polusi) berupa asap yang ditimbulkan dari kegiatan produksi batubata (hebbel) oleh perusahaan tersebut ditanggapi serius oleh DPRD Kabupaten Bogor.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Golongan Karya, Wawan Hikal Kurdi.  Saat dimintai tanggapan terkait kisruh tersebut, WanHay sapaan akrabnya menyatakan untuk secepatnya menyampaikan persoalan tersebut ke pihak Komisi III yang membidangi.

“Saya akan komunikasikan dengan komisi III, agar secepatnya kroscek langsung kelokasi dan mendengarkan keluhan warga,” jawab WanHay kepada media ini melalui kontak WhatsAppnya, Senin (26/10).

Keterangan:
Wawan Hikal Kurdi (WanHay) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Golongan Karya.(photo/dokBS)

Terkait bahwa instalasi pengolahan limbah yang belum tersedia di perusahaan tersebut, WanHay mengatakan, “Nanti diarahkan agar Komisi melakukan sidak bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujarnya.

Di hari yang sama, Sastra Winara selaku Ketua Komisi III DPRD kabupaten bogor saat dikonfirmasi, hanya menjawab singkat, Ia mengatakan akan mengagendakan untuk mengunjungi lokasi pada Minggu depan. “Minggu depan kita agendakan kesana pak,” singkat Sastra.

Baca juga : Warga Dua Desa di Kecamatan Gunung Sindur Gelar Aksi Tuntut Hentikan Polusi Udara PT. ACCON INDONESIA

Sebelumnya diberitakan bahwa warga masyarakat sekitar yang berasal dari 3 RW yang meliputi Desa Padurenan dan Desa Curug menuntut pihak perusahaan PT. Accon Indonesia untuk menutup sementara aktifitas produksinya sampai pihak perusahaan dapat menghilangkan bau polusi asap yang mencemari tersebut.

“Kami warga Desa Padurenan yang tinggal di sekitar area pabrik sudah sejak lama meminta PT. Accon untuk menangani pencemaran polusi udara ini,” ungkap Suparman Nurjaman, tokoh pemuda di Desa Padurenan, Senin (26/10).

Ia menambahkan, jika sejak awal warga mengeluhkan adanya polusi udara yang menyebarkan bau tak sedap yang menyengat dan menyesakkan nafas. Dirinya mengaku pada bulan September 2020 lalu sudah pernah datang ke lokasi PT tersebut untuk dialog dan mediasi bersama dengan Ketua RW dan para Ketua RT serta perwakilan warga lainnya.

” Saat itu, pihak perusahaan sempat membuat surat pernyataan siap menghilangkan bau dari polisi udara dalam waktu 40 hari. Tapi kenyataannya hingga saat ini polusi masih terjadi,” ungkapnya.

Untuk diketahui upaya mediasi terkait polemik ini sudah dilakukan beberapa kali, bahkan dihadiri oleh Muspika Gunungsindur. Namun, mediasi masih saja buntu alias tidak menemukan kata sepakat.

Bahkan, beberapa anggota Komisi I DPRD Kab. Bogor juga pernah sidak ke perusahaan tersebut. Namun pihak perusahaan tetap tidak ada tindakan. Sehingga masyarakat merasa harus terus melakukan aksi protes damai guna menuntut perusahaan segera menghentikan pencemaran udara tersebut.

Terpisah Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah & Keadilan (LP-KPK) Komcab Kabupaten Bogor Syafarudin (Udin) meminta Pemkab melalui dinas-dinas terkait agar segera mengambil tindakan terhadap perusahaan yang bandel dan tidak taat aturan yang merugikan warga masyarakat tersebut.

” Pemkab harus segera menindaklanjuti polemik yang terjadi ditengah masyarakat, jangan sampai ditunggu suasananya memanas,” kata Udin.

Masih menurut Udin, seharusnya perusahaan tersebut tidak boleh beroperasi dulu jika memang belum memiliki instalasi pengolahan limbah yang memadai, patut dipertanyakan, kenapa perusahaan itu bisa keluar ijin operasionalnya, sementara fasilitas AMDAL nya belum terpenuhi, ini ada apa.?, Ujarnya. (San/red)

Leave a Reply