Home Bogor Raya Pengawasan Tak Berjalan, TPT di Desa Kedung Waringin Dikerjakan Asal

Pengawasan Tak Berjalan, TPT di Desa Kedung Waringin Dikerjakan Asal

96
0

BOJONGGEDE, (Beritasatoe.com) – Pekerjaan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT), di Desa Kedungwaringin, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang dibiayai dari APBD senilai Rp 477.070.000.00,- dikerjakan oleh CV. Zahra Gemilang Putra, dengan waktu kalender 85 hari diduga tidak sesuai spek, alias asal-asalan. Kamis (05/11/20).

Secara kasat mata, pengerjaan proyek tersebut, sangat memprihatinkan. Faktanya, nampak pada pelaksanaan pekerjaannya, campuran antara semen dengan pasir, diaduk secara manual, beserta kualitas pemasangan yang sangat memprihatinkan.

Selain itu, pemasangan batu keseluruhan untuk pondasi tidak di campur dengan material adukan secara keseluruhan, melainkan di atur secara tumpang tindih ada yang menggunakan adukan pasir semen ada juga yang tidak, bahkan yang lebih memprihatinkan pemasangan pondasi di tengah genangan air yg begitu tinggi.

Salah satu pegawai yang tidak mau di sebutkan identitasnya sempat menjelaskan, “ini sudah sesuai instruksi dari bos, bahwa dalam pemasangan pondasi ada yang menggunakan material adukan ada yang tidak,” Imbuhnya.

Sementara itu mandor pada proyek TPT tersebut yang bernama Mitun saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu kalau para pekerja itu memasang batu secara tumpang tindih antara material adukan dan batu, “Saya sudah suruh untuk memasang sesuai dengan aturan kalau soal air yang tergenang sudah kita gunakan mesin untuk membuang namun volume air yang tinggi hingga sulit untuk di keringkan apa lagi di musim hujan seperti ini, ini saja untuk spesifikasi adapun lebar pondasi 2 meter kedalaman 1,5 menjadi 1 meter karna tebing yang curam sehingga untuk yang setengah meter kita alihkan ke pengurukan atau pemadatan nantinya,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai teknis pelaksanaan pekerjaan TPT tersebut, Mitun tampak tidak menguasai materi proyek yang sedang dikerjakannya baik gambar dan yang lainnya beliau tidak memilikinya (selaku mandor) dan banyak menjawab tidak tahu, karena saya hanya bagian mandor pekerja saja,“Silahkan bapak hubungi konsultannya,” terangnya mengarahkan.

Sementara itu, Konsultan Pengawas yang sempat ditemui dilokasi, saat dikonfirmasi, hanya menjawab dengan singkat, “ untuk kedalaman pondasi 1,5 meter lebar 2 meter untuk tinggi total menjadi 5,5 meter Yang penting saya mah cek volume,” jawabnya.

Menanggapi permasalahan tersebut,  baik yang dibiayai dari APBD provinsi maupun kabupaten, pekerjaan proyek di Kab. Bogor, diindikasikan sarat penyimpangan yang serupa. (Iwan/San/BS)

Leave a Reply