Home Bogor Raya Diduga Bangunan Yayasan SMK Nuansa Serobot Lahan Garapan, Ahli Waris Akan Ambil...

Diduga Bangunan Yayasan SMK Nuansa Serobot Lahan Garapan, Ahli Waris Akan Ambil Langkah Hukum

100
0

CIGOMBONG, (Beritasatoe.com) – Dugaan penyerobotan lahan garapan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PTP XI Pondok Gedeh (Pode), Blok Kongsi Siliwangi, atas nama H. Cece yang dilakukan pengelola Yayasan Pendidikan Nuansa di Cigombong tampaknya menjadi memanas kembali.

Pihak ahli waris sudah dua kali melayangkan surat kepada Kepala Desa (Kades) Cigombong, Kecamatan Cigombong,Bogor, Jawa barat untuk meminta difasilitasi mediasi dengan pihak Yayasan, namun Heri Hendrawan selaku Kades Cigombong menyatakan belum siap. Rabu (10/11)

Menurut ahli waris, pihak Yayasan mengklaim sudah memiliki alas hak tanah garapan itu berupa Akta Jual Beli (AJB). Padahal pihaknya selaku penggarap tidak pernah merasa mengover alihkan hak garapnya atau menyewakan lahan nya kepada pihak manapun. Hanya, diakui ahli waris, orang tua pengelola yayasan pernah menawar atas lahan garapan tersebut, berhubung harga yang ditawarkan peminat terlaku murah maka take over lahan itu batal.

Namun, lanjut ahli waris, meski transaksi over garapan itu tidak jadi, secara terang – terangan pengurus yayasan dengan seenaknya menguasai lahan garapan Haji Cece. Bahkan mendirikan bangunan di lahan tersebut. Ahli waris juga menyatakan selama puluhan tahun hingga kini pihaknya masih membayar pajak atas garapan tersebut.

“Selama tiga puluh dua tahun, sampai hari ini, kami masih membayar pajak atas lahan garapan seluas tujuh ratus meter atas nama orang tua kami itu. Kalau pihak yayasan mengklaim sudah memiliki surat resmi, silahkan tunjukan suratnya”, ujar Wisnu Yoga Swara, ahli waris penggarap atas nama Haji Cece, kepada awak media, beberapa waktu lalu.

Indra Surkana, ahli waris lainya, menegaskan bahwa dia mewakili ahli waris sudah dua kali melayangkan surat ke Kades Cigombong untuk meminta difasilitasi mediasi dengan pihak Yayasan Nuansa, namun hingga kini belum juga direspon.

“Sudah dua kali kami melayangkan surat ke desa tapi sampai hari ini belum ada respon”, tegas Indra. (Egy)

Leave a Reply