Home Bisnis Ir. Yudi SW : Petani Kopi Pangalengan Jangan Jadi Penonton, Sudah Saatnya...

Ir. Yudi SW : Petani Kopi Pangalengan Jangan Jadi Penonton, Sudah Saatnya Jadi Pemain

185
0

PANGALENGAN, (Beritasatoe.com) – Pertemuan menarik, diskusi dan wawancara tentang “PETANI dan KOPI”, bersama Pemerhati pertanian kopi Pangalengan, Ir. YUDI S WIRIYASENJAYA (Insinyur Pertanian), di Cafe Coffee Pangalengan miliknya yang berlokasi bersebelahan RM Asti. Sabtu 14/11/2020.

Hal yang jadi perhatian sosok Insinyur Pertanian yang peduli tentang kopi Pangalengan ini, berupa kepedulian akan nasib para petani kopi Pangalengan, terutama tidak seimbangnya pendapatan Finansial, dimana rendah diterima petani kopi di kampung-kampung dan pengunungan desa, sementara untung besar ada di Kapitalis kopi.

Dibawah ini, segala keluh kesah, kritik, saran, harapan, motivasi serta strategi agar Petani Kopi Pangalengan, sudah saatnya menjadi pemain, tidak lagi jadi penonton euforia para Kapitalis Kopi. Tertuang dibawah ini.

“Kenyataan yg tidak bisa di pungkiri, bahwa masyarakat kita pada umumnya adalah penggemar minuman kopi, sejak dari jaman nenek moyang kita” paparan awal Ir. Yudi pada Kami.

Kata Yudi lagi, “Terbukti dengan adanya beberapa daerah di Indonesia, yang menjadikan sentra komoditi ini, seperti di Aceh gayo, Bali kintamani, kopi Lampung, Toraja dan tempat lainnya” ungkap dia.

“Jaman berubah, dan membawa berbagai inovasi tentang kopi ini, mulai dari menciptakan berbagai varietas kopi, sistem dan budidaya, pengolahan sampai cara penyeduhan, sehingga komoditi ini semakin populer di tengah-tengah masyarakat dan bangsa kita ini” analisanya.

“Komoditi ini pun menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan sandaran ekonomi masyarakat”

“Terbukti dari mulai berdirinya usaha kopi, hampir di setiap sudut daerah, maupun kota besar, berdirinya Cafe-cafe, yg menampilkan berbagai cara penyeduhan kopi saat ini” jelas Yudi.

“Hal ini menjadi daya tarik sendiri terhadap masyarakat kita, untuk mencoba dan beralih kebiasaan menikmati kopi”

“Kondisi inipun menarik minat para pengusaha, lembaga dan kelompok-kelompok, untuk ikut serta dalam momentum yg terbentuk secara alamiah ini” ungkapnya pada kami.

Yudi mengatakan hasil temuannya bahwa, banyak yang sudah diuntungkan secara ekonomi, kelembagaan dan muncul pula wajah-wajah baru dalam dunia usaha perkopian saat ini. Namun ada hal yg sangat ironis dari kondisi ini, di saat kebanyakan orang meraup keuntungan dalam memanfaatkan momentum usaha kopi ini, banyak wilayah yang euforia dan suka cita sambil memperkenalkan produk kopi nya masing-masing,” urainya.

“Bayangkan, sangat sedikit orang yg mengingat peran para petani yang memproduksi buah kopi ( chery ) di pegunungan sana, padahal perjalanan kopi ini begitu panjang kalau dilihat dari hulu sampe hilirnya” ungkap Yudi menggambarkan kepeduliannya.

Menurut dia, mereka yang di hulu ( petani ) terbatasi dengan segala keterbatasan, mulai dari harga jual kopi, terbatasi dengan saprotan nya, terbatasi juga oleh lahannya, dan lain sebagainya.

“Miris rasanya, para petani ini menjadi penonton belaka, ketika orang-orang yang di hilir sana menikmati euforia bisnis kopi ini, dimana Cafe-cafe bisa bisnis meraup uang hasil jajakan seduhan beraneka kopi plus plus rasa, setiap saat” keluh dia.

Yudi pun memaparkan harapan dan strategi kedepannya bahwa, dari keadaan tersebut kami sebagai pelaku, penggiat dan mengamati kondisi yang timpang ini, berusaha utuk memberikan apresiasi dan bekerjasama dengan para petani kopi ini, untuk memposisikan diri.

“Kami hadir peduli petani kopi, kami bukan bagian dari pada eksploitasi pengusaha, yang menerapkan gaya-gaya kapitalis” tegas dia.

“Kami harus bahu membahu untuk keluar dari keadaan itu, sehingga ada keseimbangan antara hulu, tengah dan hilir menyangkut kesejahteraannya”

“Petani kopi tidak boleh hanya menjadi etalase bagi kalangan tertentu, petani kopi harus berdiri di lahan garapannya sendiri” harapan besarnya.

“Satu hal lagi, kita akan berusaha bersama untuk menciptakan suatu kebanggaan, bahwa kami ini petani kopi Pangalengan yang mampu bersaing secara kwalitas dan kwantitas di kancah perkopian Indonesia dan Dunia” pungkasnya.

Diakhir kepada kami, yudi memohon doa dan dukungan semua, bahwa saat kini kami tengah dalam proses rancangan merintis Lembaga Usaha Koperasi Petani Kopi Pangalengan, juga rencana mendirikan PAGUYUBAN PETANI KOPI PANGALENGAN.

 

Reporter : (Yudika)

Leave a Reply