Home Bogor Raya LSM Dan Kades Mensoal Sikap CV Purnabri, Pelaksana Proyek TPT Jalan Cigombong

LSM Dan Kades Mensoal Sikap CV Purnabri, Pelaksana Proyek TPT Jalan Cigombong

105
0

BOGORr, (Beritasatoe.com) – LSM serta Kepala Desa (Kades) Cigombong, Hery Hendrawan, menyayangkan sikap pihak CV. Purnabri selaku pelaksana pengerjaan proyek Turap Penahan Tebingan (TPT) senilai Rp 835.760.000 di jalan Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang terkesan apatis ke pihak desa.

“Alhamdulilah Sekarang pelaksanaan proyek sudah berjalan. Cuma yang disayangkan dari pihak pelaksana sampai sekarang belum ada kordinasi ke desa. Kita sudah menyuruh RW untuk menemui pihak proyek supaya datang kedesa, namun nyampai saat ini belum ketemu,”kata Kades Hery Hendrawan kepada wartawan, Beberapa hari kemarin diruang kerjanya.Kades mengaku, jika proyek TPT itu tindak lanjut dari pengajuan pihak desa lantaran titik lokasi jalan tanjakan Cigombong rawan longsor. Dan pihak desa pun memberi pencerahan warga yang lahannya terkena pembangunan.

“Karena itu lokasi rawan longsor, maka kita usulkan ke PUPR Dan kita menyampaikan juga kepihak pemilik tanah yaitu Pak Isak supaya disaat mulaksanakan pekerjaan sudah memahami dan tidak akan ada gugatan,”terang Kades Hery.

Terpisah, LSM Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Pasundan (PMP3R) juga menyayangkan sikap pihak perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan diduga tak memenuhi standar komitmen.

“Saya mantau dari awal, dari rangkaian kegiatan proyek TPT tersebut, pekerjaan dasarnya disinyalir tidak sesuai spek jika mengamati kondisi Tebingan yang tinggi. Entah mentah di perencanaan atau indikasinya dipihak pelaksana,”terang Anwar Resa, Ketua LSM PMP3R menyampaikan, Senin (16/10/2020).

Menurut pengamatannya, dengan posisi tebingan terbilang tinggi seharusnya pekerjaan dasar konstruksinya menggunakan Sumburan. Namun terpantau dilokasi proyek, kata dia, itu tidak dilakukan sehingga memunculkan dugaan miring terhadap pengerjaan proyek plat merah itu.

“Ya, minimal empat titik, pada setiap AS, dan pada tiap As dipasang besi Sloup minimal per 3 Meter, lalu di atasnya di pasang PELKET dengan kerangka besi full 19 inc atau minimal 60 Cm tinggi s/d 1.2 Meter,”ujarnya.

“Hal itu sebagai kontruksi dasar lantai untuk penanggah beban tebingan yang begitu berat,dan Kontruksi menjad kokoh,namun semua itu tidak di lakukan olek pelaksana kegiatan dalam hal ini CV. Purnabri,”terangnya.

Dilokasi berbeda, Isak sebagai pemilik lokasi tanah disaat dikomfirmasi dirinya mengakui kalau sebelumnya kedatangan dari pihak Desa untuk pemberitahuan adanya pengerjaan proyek itu ada, tapi sesudah pekerjaannya dimuai nyampai sekarang belum ada info lanjutannya dan dari pihak cv pun susah dihubungi, bahkan dirinya akan datang ke kantor Desa untuk mempertanyakan terkait lanjutan adanya pengerjaan dari pihak proyek dan menyerobot lahan ketanah miliknya sekitar 3 mtr.

Sementara itu, pelaksana pembangunan TPT jalan Cigombong tidak dapat ditemui dilokasi proyek tersebut. Sehingga upaya konfirmasi pun tanpa membuahkan hasil keterangan dari pihak perusahaan kaitan dugaan yang disoroti LSM tersebut.

 

Reporter : Egy Firmansyah

Editor : Santo

Leave a Reply