Home Bogor Raya Dana Bantuan UMKM di Desa Gintung Cilejet diduga Disunat

Dana Bantuan UMKM di Desa Gintung Cilejet diduga Disunat

900
1
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

PARUNGPANJANG, (Beritasatoe.com) – Pencairan dana bantuan untuk UMKM yang diterima warga desa Gintung cilejet RT 06 RW 02 Kecamatan Parungpanjang diduga telah di lakukan pemotongan oleh kader desa yang bernama bunda Ami.

Menurut keterangan dari keluarga penerima manfaat, dana bantuan UMKM yang seharusnya mereka terima sebesar Rp.2.400.000,- dipotong oleh bunda Ami tersebut sebesar Rp.500.000,- sehingga total yang diterima oleh KPM cuma Rp.1.900.000,- dan biaya tambahan sewaktu pengajuan sebesar Rp.20.000,-.

Masih menurut narasumber yang kami datangi, pemotongan sebesar Rp.500.000,- tersebut rinciannya antara lain Rp.50.000,- pas pengambilan bantuan, Rp.350.000,- untuk desa ,dan Rp.100.000,- untuk bunda Ami plus Rp.20.000,- untuk biaya pengajuan. Ketika awak media ini mengkonfirmasi ke bunda Ami, bunda Ami langsung memberikan pernyataan bahwa yang memerintahkan pemotongan itu adalah bapak Atin yang menjabat sebagai Kaur Kesra di desa Gintung cilejet.

Atin yang ternyata selaku Kaur Perencanaan di Desa Gintung cilejet yang dikonfirmasi media ini melalui telepon mengatakan, bahwa terkait pemotongan tersebut dirinya tidak pernah memerintahkan untuk melakukan pemotongan secara langsung. Namun ia mengakui jika ada permohonan kepada RT untuk memintakan partisipasinya daripada para KPM, sekedar untuk upah lelah para petugas yang telah memfasilitasi mereka (KPM-red) mulai dari pemberkasan hingga pengajuan ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor.

” Saya tidak pernah mematok secara langsung harga/potongan ke bunda Ami. Mungkin bunda Ami berbicara seperti itu ada tekanan ataupun ada hal lain. Bunda Ami itu sebenarnya bukan RT, dia hanya suruhan Rt. Kebetulan di RT 06 itu, saya sudah mewanti-wanti agar RT nya dihadirkan agar tidak salah persepsi,” jelas Atin melalui sambungan telepon kepada media ini, Minggu (06/12).

“Jadi terkait statemen bunda Ami bahwa pemotongan itu atas perintah saya, mungkin dia tertekan aja. Memang yang bertanggung jawab terhadap program itu di desa adalah saya. Tapi saya tidak pernah memerintahkan langsung anggaran sebesar itu, seperti yang disebutkan bunda Ami,” ujar Atin.

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan yang dilakukan pemotongan oleh bunda Ami sendiri sebanyak 13 orang dengan alasan uang tersebut untuk di bagi-bagi lagi di désa. Padahal sesuai peraturan menteri Koperasi dan UKM program tersebut gratis dan tidak ada pungutan.

Untuk diketahui juga total jumlah KPM yang ajukan pihak desa berdasarkan keterangan Atin sebanyak 501 orang (UMKM) dan dari pengajuan tersebut sudah cair sekitar hampir 100 an KPM. ( Tim /red)

1 COMMENT

Leave a Reply