Home Bogor Raya Launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0 Sebagai Rangkaian perayaan World Soil...

Launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0 Sebagai Rangkaian perayaan World Soil Day 2020 Bogor, 7 Desember 2020

34
0

BOGOR, (Beritasatoe. com) – 5 Desember diperingati sebagai Hari Tanah Sedunia (World Soil Day/WSD) yang diselenggarakan sejak 2014.Perayaan WSD tahun 2020 bertemakan “Keep Soil alive, protect soils biodiversity”. Kementerian pertanian, melalui Badan Litbang Pertanian melakukan perayaan WSD melalui berbagai kegiatan salah satunya adalah “Launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0 pada Senin 07 Desember 2020.

Perayaan WSD 2020 telah dilaksanakan beberapa acara, yakni online Soil Judging Constest, berbagai Bimbingan Teknis, Kampanye Green Agriculture: Composting For Urban Farming, Lomba Esai, Vlog dan Baca Puisi.Pada puncak acara Perayaan Hari Tanah Sedunia 2020 digelar dua buah Talk Show dengan tema “Menelusuri Food Estate” dan “Dolomit untuk kesehatan dan Produktifitas Tanah” yang dilaksanakan selama dua hari berturut.

Word Soil Day merupakan salah satu even dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tanah dan pengelolaan lahan berlelanjutan.Melalui tema diatas, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga ekosisten seiring seiring dengan tingginya tantangan dalam pengelolaan lahan, mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati tanah, meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanah dalam segala aspek serta mendorong semua pihak diseluruh dunia untuk berkomitmen menjaga kesehatan tanah secara proaktif.

Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0 berpungsi untuk memonitori kondisi tanaman padi secara lebih akurat yang saat ini memanfa’atkan data Satelit Sentinel – 1.SISCrop 1.0 dapat memonitor : Fase pertumbuhan padi, Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Indeks Pertanaman secara real time.Dimasa mendatang sistem informasi semacam ini diharapkan dapat dikembangkan untuk memonitoring komonitas pertanian lainnya.Dalam pengembangan model Standing Crop ini Kementerian Pertanian bekerjasama dengan LAPAN dan Kementerian Lembaga dan Perguruan Tinggi terkait lainnya.

SISCrop dapat membantu pengambil kebijakan dan petugas perencana dalam hal : (2) Efektif dalam ditanam pada wilayah tertentu yang bisa diinformasikan secara spasial. (2) Efektif dalam memobilisasi alsintan. Dan (3) membantu mengindentifikasi wilayah yang surplus sehingga bisa memasok wilayah yang minus.

Pelaksanaan dan pengawalan ketahanan pangan saat ini didukung melalui program Food Estate Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.Food Estate yang sedang dikembangkan saat ini akan menjadi percontohan bagi pengembangan Food estate diwilayah-wilayah lain di Indonesia.

Upaya membangun sistem informasi dan teknologi, serta menyediakan rekimendasi pengelolaan sumberdaya lahan adalah, sangat penting, hal tersebut sebagai upaya mendukung program swasembada pangan.

Sekto pertanian merupakan tumpuan utama penyedian pangan bagi 250 juta penduduk Indonesia, penyedia sekitar 87 % bahan baku industri kecil dan menengah, serta penyumbang 15 % PDB dengan nilai devisi sekitar 43 milyar USD.Selain itu, Sektor Pertanian menyerap sekitar 33 % tenaga kerja dan menjadi sumber utama pendapatan dari sekitar 70 % rumah tangga diperdesaan.

Sementara itu Indonesia mempunyai tantangan yang tidak ringan dalam memenuhi kebutuhan pangan yang pola konsumsinya makin beragam dari sisi kuantitas dan kualitas. Target utama Sektor Pertanian dalam beberapa tahun kedepan adalah meningkatkan produksi padi, juga komodotas strategi lainnya, seperti jagung dan kedelai, daging sapi dan kerbau, gula bawang merah, dan cabe, sehingga Indonesia mampu berswasembada bahkan mengeksport komoditas-komoditas tersebit.

Berbagai kendala dihadapi dalam mencapai target pemenuhan kebutuhan pangan diatas antara lain, alih fungsi lahan sawah irigasi, fragmentasi dan degradasi sumberdaya lahan dan air.Disisi lain, kerusakan tanaman yang serius juga muncul dari fenomena ketidak menentuan iklim akibat perubahan iklim. Strategi antisipasi dan penyiapan teknologi adaptasi dan mitigasi yang dilakukan, diarahkan untuk : (a) upaya penyelamatan pencapaian sasaran utama pembangunan pertanian, (b) pengembangan pertanian yang tahan (resilience) terhadap perubahan iklim, dan (c) sebagai bagian integral dari program pembangunan pertanian yang sudah dirancang,(Asim)

Leave a Reply