Home Daerah AA.Maung Konsep Ulin Seyogianya Dilakukan Para Pimpinan Kabupaten Bandung

AA.Maung Konsep Ulin Seyogianya Dilakukan Para Pimpinan Kabupaten Bandung

260
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

KAB. BANDUNG — Nonoman Sunda sekaligus pemerhati pendidikan dan budayawan Jawa Barat , Asep Bukhori Kurnia yang lebih dikenal dengan panggilan ‘AA Maung”, kembali menawarkan satu gagasan ‘Konsep Ulin”, kepada para Pimpinan & Pejabat terkait di Kab. Bandung.

Dalam rangka Tim Media mencari tahu tentang istilah “Konsep Ulin” , sengaja bertanya langsung kepada AA.Maung lewat telpon selurer, pada Sabtu siang tadi 19/12/20.

Terkait tentang apa dan bagaimana yang dimaksud dengan gagasan Konsep Ulin yang dimaksud AA.Maung, menggambarkannya kepada kami.

“Seorang Pimpinan /Pejabat harus selalu ikut turun terjun langsung melihat keadaan masyarakatnya” jawab AA.Maung.

“Seorang Pimpinan tidak hanya sebatas duduk duduk di kursi dan hanya menerima laporan, dari bawahan saja” jelasnya.

Dikatakan Asep, bahwa dengan seringnya seorang Pimpinan terjun langsung melihat keadaan lingkungan disekitar, diharapkan akan lebih memunculkan rasa kedekatan dengan masyarakatnya sendiri.

Terutama yang notabene adalah merupakan masyarakat pendukung dan pengusung mereka untuk menjadi Pimpinan tersebut.

“Diharapkan, dengan melihat dan mendengar langsung semua keluh kesah dan kebutuhan Masyarakat, maka akan lebih faham dan mengerti langkah tepat apa yang harus dilakukan” ungkapnya.

“Istilah dalam bahasa Sunda adalah ” ngaheulakeun nu kudu tiheula, mandeurikeun nu bisa dipandeurikeun ( mendahulukan hal yang sangat penting dan mendesak ) ” terang dia dengan logat khasnya.

Dipaparkan pula, bahwa dengan terjun langsung meninjau keadaan disekitar masyarakat, maka para Pimpinan akan melihat begitu banyak peluang peluang dan potensi yang ada disekitar masyarakat yang bisa dikembangkan.

“Peluang dan potensi yang didapat dimasyarakat, nantinya bisa dikemas menjadi suatu produk unggulan yang bisa meningkatkan taraf hidup mereka”, papar AA.

“Penjelasan tersebut itulah pengertian yang dimaksud “Konsep Ulin” yang sering saya lontarkan dan bahanakan ke Publik’ tandas AA.

Khusus berbicara tentang peluang dan potensi Kab. Bandung, AA.Maung memiliki pandangan jauh kedepan.

“Kita tahu, bahwa Kabupaten Bandung adalah salah satu wilayah di Nusantara yang sangat indah dan kaya dengan hasil pertanian maupun perkebunan, juga kaya akan beragam budaya” ungkapnya.

“Maka salah satu alternatif yang bisa dikembangkan adalah wisata alam, yang didukung dengan kesenian tradisional khas dari masing-masing tempat”, ungkapnya menambahkan.

Dalam hal gagalnya AA.Maung masuk dalam daftar Calon Bupati, yang dikorelasikan dengan perjuangan Politik selanjutnya di Kab. Bandung, dijawabnya dengan lugas.

“Sejak awal, antara jadi atau tidaknya mencalonkan diri untuk pemilihan sebagai Bupati Bandung, tidak menjadi masalah rumit, karena saya miliki keyakinan, bahwa hal yang satu tersebut sudah digariskan oleh Yang Maha Segalanya” aku dia beberkan alasannya.

“Walau demikian, hal tersebut tidak akan menghalangi saya untuk terus berbakti kepada kepentingan masyarakat Kab. Bandung, karena hal pengabdian itu merupakan panggilan hati, dan satu kewajiban untuk tetap bisa terus membantu dan memperjuangkan kepentingan masyarakat” tegasnya.

Lebih jauh, AA.Maung menjelaskan kepada kami, tentang harapannya sebagai masyarakat pada umumnya, berharap kepada tampuk Pimpinan, baik yang sekarang atau yang akan datang, cuma ada satu dikatakannya.

“Bener nyaahna ka rahayat lain ukur popolesan ( benar benar memperhatikan kepentingan masyarakat, bukan cuman sekedar slogan saja ), dengan kata lain betul-betul peka dan jeli terhadap keinginan rakyatnya” kata dia penuh harap.

Sementara itu, pesan dan harapan pada kalangan birokrasi serta pihak pihak Pejabat yang terkait diucapkannya pula.

“Seyogianya para Pejabat Birokrasi mengedepankan sikap humanis, yaitu bersikap dan melayani dengan ramah, yang mana bahwa seorang petugas birokrasi adalah sebagai Pelayan Masyarakat” ucapnya.

“Dengan demikian masyarakat akan merasa terlayani, terdampingi, serta terwakilkan” ucap dia menambahkan.

Dibagian akhir sebagai harapan untuk semua masyarakat simpatisan dan relawan pendukung diutarakannya,

“Kepada semua simpatisan, pendukung dan relawan yang ada, saya selalu mengingatkan untuk tetap selalu bersatu, dan terus berbuat kebaikan, dan jangan lelah berjuang untuk orang banyak, tentunya dengan Gawe babarengan rempug jukung sauyunan”, pungkasnya. (Yudika)

Leave a Reply