Home Bogor Raya Pemerintah Kabupaten Bogor Alokasikan Bantuan Hibah Pariwisata Dari Kemenparekraf

Pemerintah Kabupaten Bogor Alokasikan Bantuan Hibah Pariwisata Dari Kemenparekraf

33
0

BOGOR, (Beritasatoe.com) –

DISKANAK BERIKAN GEROBAK PEMASARAN HASIL PERIKANAN.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapatkan hibah dana bantuan pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, salah satunya melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), berupa Gerobak Pemasaran Hasil Perikanan dari Kegiatan Bina Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan.

Kepala Diskanak Oetje Soebagdja menjelaskan, ada beberapa lokasi penerima bantuan dari Diskanak hasil hibah pariwisata Kemenparekraf diantaranya Curug Cipamingkis, Desa Wargajaya Kecamatan Sukamakmur, LMDH Puncak Mandiri sebanyak 5 paket. Kemudian Curug Horden Kembar, Desa Cibadak Kecamatan Sukamakmur, LMDH Badak Lestari 5 paket. Curug Leuwi Hejo, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, sebanyak 2 paket dan Bumi Perkemahan Citamiang sebanyak 3 paket.

DPMD ADAKAN PELATIHAN CHSE BAGI KADES DAN BUMDES.

Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor mengadakan Pelatihan Kemitraan Usaha Bumdes Kepariwisataan dalam rangka Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keselamatan) dan Environment (Kelestarian Lingkungan) yang dilaksanakan di Hotel Grand Pesona Cilotoh Kabupaten Bogor, 7-11 Desember 2020.

Kegiatan tersebut melibatkan Bumdes dan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor, dengan peserta sebanyak 80 orang dari perwakilan tiap desa dengan dibagi menjadi dua gelombang.

Tujuan pelatihan CHSE yaitu mempercepat kehidupan ekonomi masyarakat desa yang terdampak akibat penyebaran Covid-19, penggunaan dana desa untuk kegiatan ekonomi ekologis dengan menggunakan pola padat karya tunai desa, meningkatkan ketahanan ekonomi desa dengan mengoptimalkan seluruh potensi desa, mempertimbangkan peran serta Bumdes sebagai pendukung otonomi produktif desa, mengoptimalkam sumberdaya desa, teknologi tepat guna, inovasi, dan sumber daya manusia desa untuk kegiatan ekonomi produktif perdesaan.

Materi pelatihan kegiatan CHSE diantaranya Digital Marketing, pengembangan pariwisata berbasis E Comerce, foto produk untuk meningkatkan daya tarik bisnis, pengembangan produk unggulan desa berbasis E-Comerce, teknik menulis untuk tingkatkan penjualan, strategi beriklan di internet untuk usaha, menguasai teknik pelayanan terbaik, dan pengembangan pariwisata desa berbasis E-Comerce.

Sebagai narasumber dalam kegiatan CHSE, DPMD bekerjasama dengan Universitas Pakuan Bogor, juga dari Traveloka dan Tokopedia.

BUMDES  DAPAT GEROBAK PEMASARAN HASIL PERTANIAN DARI DISTANHORBUN.

Kegiatan yang memfasilitasi pemasaran produk pertanian berupa gerobak pemasaran hortikultura dan gerobak pemasaran kopi merupakan salah satu kegiatan dari hibah dana bantuan pariwisata Kemenparektaf melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor.

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengatakan, Distanhorbun sendiri sengaja memberikan bantuan gerobak pemasaran dan alat pendukung  lainnya untuk mendorong berkembangnya ekonomi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Bantuan yang diberikan berjumlah 23 paket, terdiri dari 13 paket olahan hortikultura atau juice dan 10 paket olahan kopi. Sebanyak 23 gerobak pemasaran didistribusikan ke tujuh Bumdes yakni Bumdes Cipta Mandiri, Sinar Makmur, Bakti Kencana, Sauyunan, Kahuripan, Simbar Jaya, dan Bumdes Cipayung.

DKP BAGIKAN KEBUN MINI HIDROPONIK DAN CONTAINER BOOTH

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor memberikan bantuan Kebun Mini Hidroponik dan Modul Panel Surya sebanyak 4 paket di lokasi wisata alam Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung, Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan dan Desa Dago Kecamatan Parung Panjang serta di DKP.

Selain itu DKP juga menyalurkan bantuan hibah pariwisata dari Kemenparekraf berupa stand pemasaran produk pangan (container booth) sebanyak 20 unit di 14 lokasi wisata tersebar di Kecamatan Cibinong, Babakan Madang, Cisarua, Parung Panjang Nanggung, Jasinga, Pamijahan, Sukamakmur, Tenjo dan Tanjungsari.

Bantuan yang diperuntukkan pengusaha mikro ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro di lokasi wisata akibat dampak adanya pandemi Covid-19.

Leave a Reply