Home Bogor Raya Jalan Panjang Berburu Si Kunir Dari Rumpin

Jalan Panjang Berburu Si Kunir Dari Rumpin

40
0

RUMPIN, (Beritasatoe.com) – Setiap memasuki bulan Desember hingga bulan Februari, masyarakat di Kecamatan Rumpin mulai panen durian. Meski saat ini sudah agak berkurang jauh jumlah pohon durian di wilayah tersebut, namun “ketenaran” dari kenikmatan rasa dan aroma durian dari Rumpin masih bisa didapatkan oleh para pemburu dan pecinta durian lokal.

Penelusuran media, tidak mudah berburu durian lokal asli Rumpin. Apalagi jika ingin menikmati sensasi langsung makan buah durian hasil panen dari petani atau pemilik pohon durian. Selain menempuh jarak perjalanan yang cukup jauh ke area perbukitan, para pecinta buah durian harus pula siap berjalan kaki hingga kr lokasi.

Ket. Foto :
Durian Si Kunir, buah asli Rumpin yang terkenal karena berbagai kelebihan kenikmatannya.

“Karena buah durian yang memiliki kualitas nikmat dan lezat, harus masak (matang) di pohon. Kalau warga disini menyebutnya durian jatohan,” ungkap Nasrudin (39) seorang petani durian di Kampung Sampay, Desa Rabak Kecamatan Rumpin, Sabtu (26/12/2020).

Mang Nas, sapaan akrabnya menuturkan, tahun ini sebagian pohon duren di wilayah Rumpin gagal panen karena faktor alam atau akibat cuaca yang kurang mendukung. “Namun masih ada sebagian yang panen. Disini yang terkenal itu duren si kunir. Karena isi dagingnya yang tebal, aromanya harum dan rasanya manis.” Ujar Mang Nas.

Untuk diketahui, durian Si Kunir memang sangat terkenal di wilayah Rumpin. Namun, kebanyakan orang luar Rumpin, lebih mengenal dan menyebutnya dengan nama durian Palias. “Mungkin pertama kali orang dari luar Rumpin melihat serta merasakan nikmatnya durian si kunir, di wilayah Kampung Palias, Desa Rabak. Karena di di wilayah itu dahulu banyak pohon durian,” ungkap Haji Omang, seorang tokoh masyarakat Rumpin.

Ia menambahkan, durian si Kunir memang asli Rumpin dan memiliki beberapa ciri khas nya. Diantaranya ukuran buah durian rata – rata kecil, kulitnya berwarna hijau dengan duri besar dan tidak rapat. Isi dagingnya, lanjut Haji Omang, berwarna kuning terang, tekstur lembut, lengket dan legit serta aroma nya sangat harum.

“Duren si Kunir ini rasanya sangat manis. Dinamakan si Kunir, mungkin karena warna daging nya yang kuning terang, mirip kunyit bumbu dapur. Kunyit dalam bahasa sunda dibilang Kunir.” Pungkasnya. (Rie/Aceng)

Leave a Reply