Home Bogor Raya Tak Terurus, Kabel Jaringan Telekomunikasi Mengganggu Dan Bahayakan Keselamatan

Tak Terurus, Kabel Jaringan Telekomunikasi Mengganggu Dan Bahayakan Keselamatan

47
0

KEMANG, (Beritasatoe.com) – Di beberapa titik lokasi, sepanjang jalan raya Kemang, saat ini terlihat banyak kabel jaringan telekomunikasi (fiber optic) milik perusahaan telekomunikasi yang terbentang antara tiang, tampak tidak diurus. Selain membuat kesan semrawut lingkungan, juga sangat membahayakan pengguna jalan terutama warga sekitar.

Jhoni (42) warga Desa Pondok Udik mengatakan, semrawutnya kabel jaringan telekomunikasi tersebut sudah lama terjadi dan seolah dibiarkan. “Kabel jaringan telepon ini tidak membentang kencang malah menjulur ke bawah hingga ke jalan. Bisa bahaya jika tersangkut warga yang lewat.” Ungkap Joni, Senin (28/12/2020).

Ket. Foto :
 Kabel jaringan telekomunikasi milik provider nampak semrawut dan tidak diurus, sehingga bisa berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Keluhan serupa dikatakan Lae Manalu, pemilik bengkel servis kendaraan bermotor di wilayah tersebut. Ia mengatakan, sudah seharusnya perusahaan provider yang memiliki kabel jaringan lewat udara segera memperbaikinya. “Jika kabel itu tidak terpakai, segeralah dicopot. Jika masih terpakai, ya harus diperbaiki, jangan dibiarkan semrawut begini.” Tegasnya.

Penelusuran media, kabel jaringan telekomunikasi milik perusahaan provider yang terlihat semrawut itu diantaranya berada di sekitar tugu perbatasan Desa Kemang dan Pondok Udik, simpang PWRI, depan Indomart PWRI dan lokasi lainnya. Seharusnya, kabel udara jaringan telepon terbentang kencang antara tiang penyangga nya yang rata – rata berjarak sekitar 40 – 60 meter.

Dadan Acil, praktisi perawatan dan perbaikan kabel jaringan provider memgatakan, saat ini ada dua macam jalur pemasangan fiber optik, yaitu kabel udara dan kabel telepon. Pemasangan kabel jaringan baik udara maupun tanam, lanjutnya, berdasarkan survey dan rekomendasi dari pengelola jalan raya baik nasional, provinsi dan kabupaten/kota. “Iya harus ada ijin dan rekomendasi dari PUPR, apakah kabel jaringan dipasang di udara arau ditanam di tanah,” ungkapnya.

Meski dirinya tidak mau menduga – duga kabel jaringan udara yang semrawut itu milik perusahaan provider apa, namun dipastikan kabel tersebut milik perusahaan jaringan telekomunikasi. Biasanya, sambung Acil, jarak bentangan kabel antara 40 hingga 60 meter, tergantung ukuran ketinggian tiang penyangga/penghubungnya. “Karena perusahaan provider kan banyak, jadi harus spesifik kabel yang semrawut itu milik perusahaan apa?. Biar jelas perusahaan mana yang memiliki tanggungjawab untuk memperbaikinya.” Pungkasnya. (Rie/San)

 

Leave a Reply