Home Bogor Raya Dugaan Ketidak Sesuaian Takaran,Manager SPBU Saat di Konfirmasi : Saya Juga Kenal...

Dugaan Ketidak Sesuaian Takaran,Manager SPBU Saat di Konfirmasi : Saya Juga Kenal Baik Kadis Disperdagin

116
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

BOGOR, (Beritasatoe.com) – Setelah menerima informasi dari warga tentang dugaan adanya kecurangan di salah satu SPBU yang terletak di Jaan Raya Bojonggede Bogor dengan Nomer 34 – 16918 tepatnya SPBU Kedung Waringin Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor, awak media mencoba memantau dan mengkonfirmasi hal tersebut.

Informasi awal dari salah satu warga yang berinisial (zen) menuturkan, setiap kali dirinya mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di area tersebut selalu saja tidak sesuai bila dibandingkan dengan tempat lain.

“Seringkali saya merasa malas untuk mengisi BBM di lokasi ini, namun mau bagaimana lagi, karena lokasi SPBU ini yang paling dekat dengan rumah saya, bahkan bukan hanya saya saja, teman saya juga berujar hal yang sama. Pernah saya benar benar bandingkan dengan mengisi BBM di SPBU tempat lain, hasilnya memang cukup mengejutkan dan berbeda jauh”, ujarnya.

“Saya sih berharap sebagai konsumen, pihak pemeritah setempat bisa menindaklanjuti soal ini, agar menindak kalau ada oknum – oknum nakal yang merugikan konsumen, supaya mereka jera dan tidak terjadi lagi hal semacam ini kedepannya”, pungkasnya.

Tim media coba menyambangi lokasi tersebut, Senin (28/12/2020), Manager SPBU (Rey) pada saat di konfirmasi tentang adanya keluhan masyarakat sebagai konsumen, soal dugaan adanya ketidaksesuaian takaran, terkesan kerap mengalihkan pembicaraan.

Disinggung soal kapan trakhir melakukan Tera, berapa harga sekali Tera, juga soal mengapa tidak adanya program Pertalite seharga premium, Manager hanya menjawab secara singkat – singkat saja.

“Baru bulan kemarin kita lakukan tera, kalau untuk harga tera itu hanya bos yang tau, yang jelas kita engga punya masalah, kita udah lama usaha disini, udah kenal semua, kalau soal Pertalite seharga premium siapa yang mau mendaftarkan, lagian buat apa sih premium cape juga antri pada saat membelinya,” imbuhnya.

“Semua kebijakan adanya di Pertamina, di koran udah banyak beritanya, baca aja Kompas atau Tempo bos, lagian kita juga kenal baik sama kadis Disperdagin”, tambahnya.

Pada saat awak media tanyakan siapa Kadis yang sekarang, dirinya berujar, “Saya belum kenal kalau yang baru, kalau yang duluan saya kenal, tapi sudah meninggal akibat sakit jantung.” ungkapnya.

Hingga berita ini ditayangkan awak media masih coba mencari informasi tambahan serta data – data untuk ditindaklanjuti.

Reporter: San/Tim

Leave a Reply