Home Bogor Raya PWRI Kabupaten Bogor Berharap Ada Kebijakan Tegas Bagi Perambah Hutan di...

PWRI Kabupaten Bogor Berharap Ada Kebijakan Tegas Bagi Perambah Hutan di Sekitar Lokasi Wisata Curug Ciampea

51
0

BOGOR, (Beritasatoe.com) – Kunjungan investigasi rombongan beberapa media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) , yang di pimpin langsung ketua PWRI kabupaten Bogor, Rohmat Selamat SH.Mkn. ke lokasi wisata Curug Ciampea yang terletak di kampung Sinar Wangi, desa Tapos 1, kecamatan Tenjolaya, kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat, Minggu 27 Desember 2020, sekitar pukul 14.15 WIB, menggelitik naluri jurnalis untuk menelisik lebih jauh keadaan lokasi wisata tersebut.

Dari pantauan team media di lapangan, terdapat perambahan hutan walaupun rumput dan pepohonan kecil, adanya bangunan toilet dan septikteng secara permanen, adanya beberapa tiang listrik yang belum rampung dikerjakan oleh pihak pengelola adalah suatu kesalahan, ketika team media konfirmasi ke warga yang kebetulan sebagai ketua RT 03/07 Sapri mengakui bahwa pembuatan toilet dan hal lainnya adalah inisiatif dirinya sebagai pengelola.

Dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 41 tahun 1999, hutan memiliki fungsi pokok, meliputi fungsi konservasi, fungsi lindung, dan fungsi produksi. Setiap orang juga tidak di izinkan membuang benda-benda yang dapat menyebabkan kebakaran dan kerusakan serta membahayakan keberadaan atau kelangsungan fungsi – fungsi pokok hutan tersebut. Apalagi seperti kita lihat ( red -gbr), ada beberapa titik pembakaran yang di lakukan pengunjung tanpa adanya pengawasan dan teguran dari pihak pengelola.

Jadi sangat jelas dalam undang-undang nomor 41 tahun 1999 sudah begitu kompleks pengaturan dan ketentuan yang tertuang di dalamnya. Siapa dengan sengaja melanggar ketentuan pasal 38 dan 50 di ancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun, dan denda maksimal Rp 10.000.000.000., tergantung dari pasal dan ayat yang di langgar.

Sementara itu ketua PWRI kabupaten Bogor, menghimbau dan mengharapkan dinas terkait dapat mengambil kebijakan tegas mengenai permasalahan tersebut, karena menurut beliau perambahan dan pengerusakan hutan lindung Berskala Kecil saat ini, tidak menutup kemungkinan akan ada perambahan dan pengerusakan hutan lindung berskala besar nantinya akibat keserakahan manusia. (Aceng)

Leave a Reply