Home Daerah Kasus Sengketa Tanah, Kuasa Hukum Ahli Waris Alm. Djakaria, Sesalkan Absennya Ahli...

Kasus Sengketa Tanah, Kuasa Hukum Ahli Waris Alm. Djakaria, Sesalkan Absennya Ahli Waris Hj.Halimah di Acara Mediasi

161
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

KAB. BANDUNG BARAT, (Beritasatoe.com) – Rapat Mediasi sengketa asset tanah dua pihak keluarga, antara ahli waris Almh. Hj. Halimah dengan Alm. Djakaria/Sukatma Ribing, berlangsung di ruangan BPD Desa Mandalawangi Kec. Cipatat Kab. Bandung Barat, pada hari Rabu 30/12/2020, pukul 13:30 WIB

Rapat mediasi tersebut, dipimpin lansung Kades Mandalawangi (Veronika),i Notulis Sekdes EZ, dan hadir sebagai undangan Tim Kuasa Hukum HLF (Humanity Law Firm), Camat Cipatat (Iyep), ketua BPD, Babinmas, Babinsa, MUI Desa, Kadus serta para pihak ahli waris berikut 3 orang saksi.

Tim media yang hadir mencatat, bahwa jumlah peserta acara rapat mediasi dihadiri sekitar 25 orang, dimana Sekdes sebagai pembawa menyampaikan, bahwa setelah acara mediasi ini selesai, akan dibuatkan Berita Acara sesuai hasil-hasilnya.

Hasil kesimpulan Acara Rapat Mediasi dianggap tidak sesuai dengan rencana semula, dikarenakan salah satu pihak keluarga yang diundang, yaitu pihak ahli waris almh. Hj. Halimah (ET. OP. EN – inisial), tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.

Dalam hal ini, Tim Kuasa Hukum dari ahli waris Alm. Djakaria/Sukatma Ribing, baik Rangga Raya Alfaritsyi SH, Drs. Fahrudin Zakaria SPd, Asep Sutisna B.Sc, S.HI dan Yudi Adjie MND menilai, bahwa pihak keluarga ET, OP dan EN tidak menghargai upaya dari Pemdes Mandalawangi sebagai pihak fasilitator.

“Ini menandakan pihak ET, OP dan EN tidak memiliki adanya niatan baik untuk penyelesaian kasus sengketa lahan tanah dan bangunan, yang telah bepuluh-puluh tahun mereka kuasai, tanpa mau menyerahkan kepada ahli waris Djakaria sebenarnya” ungkap para Kuasa Hukum.

“Ini yang ke 4 kalinya kami lakukan Acara Mediasi, dan mulai habis kesabaran kami pada langkah mentok upaya kekeluargaan seperti ini, tentunya upaya hukum LP ke Pengadilan setelah ini, terpaksa akan kami lakukan” ucap Rangga bernada tegas.

“Sebetulnya harapan kami sebagai Kuasa Hukum, dengan adanya peran serta dari Pemdes Mandalawangi yang menghadirkan Camat, serta pimpian setingkat desa lainnya, minimal terjadi “Islah dua pihak” secara kekeluargaan, akan tetapi mereka pada moment yang baik ini tetap tidak hadir” tandasnya.

Sementara itu, baik Camat, Kades, Babinmas, Babinsa, BPD, Kadus maupun MUI Desa mengatakan dalam sesi tanya jawab, dengan ucapan yang hampir senada.

“Dengan adanya acara Mediasi ini, walau hanya sebatas mendengarkan paparan Kronologis, sebab salah satu pihak keluarga yang di undang tidak hadir, sedikitnya kami semua menjadi tahu, bahwa di Kp. Pakemitan desa Mandalawangi Kecamatan Cipatat, ada kasus sengketa tanah yang sedang digugat” Ucap mereka.

Bahkan Camat Cipatat menyarankan kepada Tim Kuasa Hukum dan ahli waris, agar sebelum masalah ini naik kepermukaan hukum selanjutnya, teruslah lakukan upaya musyawarah mediasi kekeluargaan seperti ini, jangan bosan, pesannya.

Selain paparan kronologis, pihak Kuasa Hukumpun memperlihatkan satu temuan hasil kerja investigasi timnya, yaitu ditemukannya berkas Leter C Desa Mandalawangi, serta menerangkan secara singkat kepada hatirin.

Tim Kuasa Hukum dari HLF, Asep Sutisna dan Fahrudin Zakaria menerangkan.

“Dengan telah dikeluarkannya SKKD (Surat Keterangan Kepala Desa) No : 594/453/ds/xll/2020 , merujuk bukti keberadaan Leter C Desa No Kohir 1300 No Percil .196,a/D.I seluas 1650 M2, sudah jelas tercatat milik Djakaria” terangnya dengan gamblang.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa tanah dan bangunan toko Milik Djakaria di blok Pakemitan tsb, sudah sejak puluhan tahun lamanya sejak Djakaria meninggal, terus dikuasai oleh keluarga OP, ET dan keluarga Hj. Halimah yang masih saudara mereka lainnya.

Dikatakan juga, hal tersebut cukup membuktikan, bahwa ahli waris Djakaria, secara faktual temuan dokumen tanah leter C Desa Mandalawangi, bahwa benar mereka (ahli waris Djakaria) berhak atas tanah dan bangunan tersebut” tegas Kuasa Hukum HLF sambil memperlihatkan buktinya.

Respon dan tanggapan peserta rapat mediasipun, tampaknya semua mulai memahami kronologis yang dipaparkan tim Kuasa Hukum, begitupun persaksian salah satu warga saat menerangkan kesaksiannya.

Sebagai penutup, pembawa acara EZ mempersilahkan Ketua MUI desa untuk memimpin do’a penutup bersama semua yang hadir, dan kemudian membubarkan diri, dan acara mediasipun selesai.

Dilain pihak, yaitu keluarga ahli waris Djakaria/ Sukatma Ribing yang tampak berkumpul setelah bubar acara mediasi, mengatakan khusus pada kami (Tim Media).

“kami semua keluarga mulai kesal, dan mulai besok lusa, kami merencanakan akan membuat “Plang” di tiga toko yang dikuasai pihak OP dan ET tsb, tak akan ada kompromi lagi dari pihak kami dengan mereka, tapi itupun bila kuasa hukum kami mengijinkan” ungkap para ahli waris Djakaria bernada kesal.

Diiakhir wawancara sebelum pulang, tim Kuasa Hukum HLF menginformasikan kepada tim media, bahwa mereka akan mengadakan rapat evaluasi internal tim HLF di kantor besoknya, mendiskusikan langkah-langkah kemungkinan LP ke pengadilan yang akan ditempuhnya. Pungkas mereka.

Reporter : Tim Lipsus Biro KBB.

Leave a Reply