Home Bogor Raya Dugaan Kongkalingkong Pemilik PKBM Dengan Oknum Dinas Pendidikan, Ini Kata LSM GEMPUR 

Dugaan Kongkalingkong Pemilik PKBM Dengan Oknum Dinas Pendidikan, Ini Kata LSM GEMPUR 

103
0

BOGOR, (Beritasatoe.com) – Polemik banyaknya dugaan PKBM di Kabupaten Bogor yang siswa belajarnya diduga fiktip telah disikapi dengan cukup baik oleh dinas pendidikan kabupaten bogor dengan mengadakan verifikasi ulang semua warga belajar di seluruh PKBM yang terdaftar.

Hal ini disampaikan ketua penilik Disdik Kabupaten Bogor H.Jayusman kepada wartawan pada saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp, Rabu (03/01).

“Bahwa berdasarkan Permendikbud no.13 tahun 2020 tentang BOP Paud dan Kesetaraan setiap penerima bantuan dari pemerintah harus diverifikasi/dicek datanya apa sesuai atau tidak dengan kuota yg diberikan, kalau tidak sesuai konsekuensinya lembaga hanya menerima sesuai dengan data yang ada. Jadi dari dulu sampai sekarang tidak ada istilah pemotongan. Uang dari RKUD ( Rekening Kas Umum Daerah ) disalurkan langsung ke Lembaga melalui rek BJB”.

Masih melanjutkan, “Dan ini sudah dijelaskan secara rinci Kepada media dan LSM yang mengkalirifikasi. Seperti yang saudara tanyakan kepada dinas pendidikan yang diwakili oleh saya selaku Tim Verifikasi dan Tim Pengolah data. Apa yg dilakukan sudah sesuai prosedur yg ditetapkan, Setiap PKBM ada MOU ada Fakta Integritas dinas pendidikan sudah bekerja sesuai SOP”, Ujar H. Jayusman.

Jayusman menambahkan, “Data dapodik 40.000 data yang mendapat bantuan hanya ada 24.000 dari 24.000 data Warga Belajar yang memenuhi syarat aturan dan hasil verifikasi hanya 20.000 orang, yang dicairkan dana BOP nya pada tahap II. dana yang untuk 4000 orang ada di RKUD ( Rekening Kas Umum Daerah ) di BJB dan dana itu dikembalikan ke pemerintah melalui mekanisme yg telah diatur oleh Pemerintah,” kata dia.

Namun saat ditanyakan terkait apakah dana BOP yang sudah terlanjur disalurkan dan diterima oleh para PKBM pada tahap 1 dengan jumlah warga belajar sejumlah 40.000 an (Sebelum dilakukan verifikasi-red)  tersebut yang seharusnya wajib dikembalikan oleh pengelola PKBM,  H. Jayusman, terkesan bungkam tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Menjadi aneh dan tak bisa di nalar akal sehat jika para PKBM yang diduga dan telah terbukti memberikan data fiktip terkait warga belajarnya dan telah menerima bop dari keuangan negara namun tidak terkesan tidak di tanggapi

Padahal sangat jelas tindakan mereka itu adalah penipuan dan diduga masuk pada ranah tindakan korupsi, ujar H.Bahrudin Ketua Korwil LSM GEMPUR Bogor Raya.

“Patut diduga ada kongkalikong yang terjadi antara para pengelola atau pemilik PKBM di kabupaten bogor ini dengan oknum-oknum pejabat di dinas pendidikan kabupaten bogor,” kata H.Bahrudin saat dimintai tanggapannya oleh wartawan.

“Kami LSM GEMPUR akan konsisten mengawal kasus dugaan korupsi ini. Untuk itu dalam waktu dekat kami akan buatkan laporan ke kejaksaan, inspektorat dan ke BPK agar dilakukan audit pada anggaran BOP untuk PKBM pada satuan kerja dinas pendidikan kabupaten bogor. Tangkap dan penjarakan siapapun yang terlibat dalam kasus itu,” tegas Ketua Korwil Gempur.

(IB/San/red)

Leave a Reply