Home Bogor Raya Jaring Aspirasi Warga, DPRD Kabupaten Bogor Reses Di Kecamatan Cijeruk

Jaring Aspirasi Warga, DPRD Kabupaten Bogor Reses Di Kecamatan Cijeruk

114
0

CIJERUK, (Beritasatoe.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor daerah pemilihan (Dapil) III melaksanakan reses Masa Persidangan II tahun 2021 di aula Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman mengatakan masa reses adalah masa dimana para anggota dewan bekerja di luar gedung DPRD. Tentu, hal ini guna menjumpai konstituen daerah pemilihannya.

“Pelaksanaan reses kami ini dalam rangka menjaring, menampung, menyerap dan menindaklanjuti sejumlah aspirasi konstituen serta pengaduan masyarakat dan ini sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan,” ungkap Usep kepada wartawan usai menggelar reses. Kamis (111/2/2021).

Ia menjelaskan, reses kali ini dilakukan tidak seperti biasanya yakni menjumpai masyarakat langsung lantaran masih dalam kondisi Covid-19. Namun, melalui perangkat atau kepala desa yang mewakili masyarakatnya masing-masing.

“Tapi walau begitu kehadiran para kepala desa ini nantinya diharapkan dapat menyampaikan kembali kepada masyarakatnya akan hasil dari kegiatan reses ini. Apalagi para kepala desa juga tadi ada yang bertanya soal hak-haknya perangkat desa, dimana mereka menginginkan kepastian. Intinya jelas bahwa hak-hak mereka itu sudah dilindungi,” ujarnya.

Senada dikatakan Dedi Aroza anggota DPRD dari Fraksi PKS. Menurutnya, apa yang dilaksanakan para anggota dewan ini tujuannya untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Diantaranya terkait pendidikan seperti keinginan adanya SMP 2 Cijeruk, tebingan yang longsor dan puskesmas. Namun, yang pasti kalau untuk SMP ini tanahnya belum ada, tapi untuk di Cijeruk ini harus ada tambahan sekolah, kalau ga ada repot nantinya,” tegas Dedi.

Sementara, Camat Cijeruk Hadijana menyatakan kehadiran para anggota dewan tersebut ingin mendapatkan aspirasi masyarakat. Khususnya, soal usulan-usulan kegiatan yang sudah diusulkan melalui Musrem atau yang belum terakomodir.

“Pokoknya yang berkaitan dengan infrastruktur, kalau untuk pariwisata sendiri memang ada seperti yang disampaikan dari pihak Desa Cibalung dan ini perlu dikomunikasikan lagi antara para penggiat wisata dan warga sekitar, terutama berkaitan dengan akses jalan dan kemacetannya,” terangnya. (Egy)

Leave a Reply