Home Bogor Raya Pengembang Perumahan PT BBH Ngotot Lanjutkan Pembangunan di Lahan Sengketa

Pengembang Perumahan PT BBH Ngotot Lanjutkan Pembangunan di Lahan Sengketa

123
0
BABAKAN MADANG, (Beritasatoe.com) – Pengembang Perumahan PT Bangun Bhakti Harmoni (BBH) “the Sangtuari” yang berlokasi di area Sentul City Kampung Bangkong Reang, Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang ngotot terus melanjutkan pembangunan perumahan di lokasi lahan yang diduga masih dalam status sengketa.
Adalah Erwin Syah warga kampung Banceuy RT 01 RW 01 Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor selaku pemilik tanah awal yang menjual lahan milik keluarganya itu kepada Supratikno alias Tikno senilai kurang lebih Rp500 juta pada 2017 silam.
Keterangan photo: Adit dan Deborah Legal hukum perwakilan PT. BBH saat klarifikasi di kantor Desa Cijayanti, Rabu (17/02)
Belakangan tanah tersebut tiba-tiba di klaim oleh pihak PT. Bhakti Bangun Harmoni yang mengaku membelinya dari PT.Sentul City padahal Tikno selaku pemilik kedua atas objek tanah tersebut sama sekali tidak pernah menjualnya ke pihak manapun.
“Jadi pihak Sentul City telah melakukan perbuatan diduga melawan hukum dengan adanya kegiatan pembangunan di lokasi objek tanah milik saya tersebut tanpa sepengetahuan dan seijin saya,” sebut Tikno.
Keterangan photo: Kegiatan Pembangunan perumahan the Sangtuari di area Sentul City yang diduga sebagian lahannya berstatus sengketa (photo/dokBS)
Dalam mencari kebenaran pihak Pratikno pun telah mencoba melakukan somasi dan klarifikasi terkait dugaan pencaplokan tanah tersebut yang dilakukan pada 3 Februari 2021 namun gagal karena pihak Sentul City maupun BBH tidak hadir.
Barulah pada somasi dan klarifikasi kedua pada Rabu (17/02) yang
berlangsung di Aula Kantor Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, perwakilan BBH hadir  namun pihak Sentul City lagi-lagi tidak bersedia hadir tanpa keterangan.
Dalam keterangannya pihak BBH yang diwakili legal hukumnya Deborah dan Adit menyatakan bahwa pihaknya mengaku membeli tanah tersebut dari Sentul City. Namun tidak dijelaskan kapan jual beli tersebut. Terkait lahan / tanah yang di klaim milik pak Tikno, Adit berdalih pihaknya belum mengetahui lokasi tanah yang di persoalkan. Namun saat dimintai untuk sama-sama turun langsung untuk cek lokasi, pihak BBH enggan dengan alasan tidak mendapatkan restu dari pimpinan mereka.
” Benar bahwa untuk pembangunan perumahan yang berlokasi di Sentul city itu kami PT BBH membeli tanah / lahan tersebut dari Sentul city. Namun terkait tanah yang dipersoalkan oleh pak Tikno, untuk lokasi nya sendiri kami belum tahu yang mana,” dalih Adit (PT. BBH).
Ditempat yang sama Tikno kepada wartawan mengatakan, ” Disini saya mau bicara soal tanah saya yang sudah di bangun oleh PT Bangun Cipta Lestari yang satu grup dengan BBH. Tadinya saya berharap pihak BBH bawa data, jangan lagi saya ketemu orang yang tidak bawa senjata atau tidak bawa data,” terang Tikno kepada wartawan dengan nada kecewa.
Kata Tikno lagi, “Pihak BBH beli dari siapa,  surat – suratnya mana Sehingga BBH dapat membangun di lokasi tanah milik saya,” tegasnya.
Sementara itu Kasipem Desa Cijayanti dalam kesempatan tersebut juga berujar, “Karena ini masih dalam objek sengketa kami minta untuk dihentikan dulu proses pembangunannya,” kata Mulyadi. (San/Tim)

Leave a Reply