Home Bogor Raya Warga Desa Batulayang Pertanyakan Penjualan Tanah Wakaf Kuburan

Warga Desa Batulayang Pertanyakan Penjualan Tanah Wakaf Kuburan

150
1

CISARUA, (Beritasatoe.com) – Warga Kampung Batukasur, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mempertanyakan penjualan tanah wakaf untuk tempat pemakaman umum (TPU) seluas hampir 800 meter berlokasi di wilayah RT04/RW06. Informasi dilapangan, hasil penjualan lahan tersebut senilai Rp250 juta digunakan pemerintah desa setempat untuk membeli sebuah vila yang disulap menjadi koperasi desa wisata dan sarana pendidikan Non Formal alias Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

” Kenapa tanah wakaf untuk tempat pemakaman umum (TPU) dijual, nanti kalau kami meninggal mau dikuburkan dimana?,” ujar AN (41) salah seorang warga kepada wartawan, Selasa (2/03/2021).

Ia menjelaskan, penjualan tanah wakaf yang diperuntukan untuk pemakaman umum dengan dalih atas persetujuan warga maupun pemberi wakaf sangat janggal, karena tidak ada musyawarah lingkungan yang melibatkan warga secara keseluruhan. Apalagi, tambahnya, hasil penjualan tanah wakaf digunakan untuk membeli sebuah vila untuk dijadikan koperasi desa wisata.

” Pembelian sebuah vila dengan alasan untuk koperasi desa wisata dianggap tidak mencerminkan kearifan budaya lokal, apalagi sumber dana nya berasal dari penjualan tanah wakaf untuk TPU. Apalagi, ketersedian lokasi pemakaman merupakan kepentingan masyakarat secara umum,” tambahnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Sudirman mengaku jika penjualan tanah wakaf yang diperuntukan untuk lokasi pemakaman warga berdasarkan kesepakatan bersama. Hasil penjualannya, kata dia lagi, digunakan untuk membeli sebuah vila yang akan fungsikan untuk koperasi desa wisata dan PAUD.

” Penjualan itu hasil kesepakatan bersama, dan warga tidak mau dimakamkan dilokasi tersebut karena kondisi lahan tidak rata (miring,red),” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cisarua, Deni Humaedi, mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil Iwan Setiawan selaku Kepala Desa (Kades) Batulayang maupun Ketua BPD setempat untuk dimintai keterangan perihal penjualan lahan tersebut. Dalam keterangannya, kata Camat lagi, penjualan atas persetujuan warga maupun pihak pemberi wakaf.

” Penjelasan Ketua BPD dan Kades, itu atas persetujuan warga dan pemberi wakaf. Tetapi, saya minta disampaikan secara tertulis rincian kronologi dari awal sampai akhir tapi belum ada sampai saat ini,” singkatnya.

Pantauan Media, diarea lokasi tanah wakaf yang awalnya diperuntukan untuk TPU itu kini sudah dibangun akses jalan menggunakan aspal. Informasi yang dihimpun, diatas lahan itu akan dibangun rumah tetirah sang pembeli tanah wakaf. (Egy)

1 COMMENT

Leave a Reply