Home Bogor Raya Paguyuban PDCB Tegaskan Ke PT Sinde, Ogah Dialas FKW02

Paguyuban PDCB Tegaskan Ke PT Sinde, Ogah Dialas FKW02

66
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

CARINGIN, (Beritasatoe.com) – Konflik sosial antara Forum Kerukunan Warga RW02 (FKW02) dengan Paguyuban Putra Daerah Cinagara Bersatu (PDCB) kaitan pengadaan barang dan jasa di Proyek PT Sinde Budi Sentosa (SBS) yang berlokasi di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, makin memanas. Minggu (14/03/2021) sejumlah pengurus PDCB yang beranggotakan perwakilan dari setiap RT/RW di Desa Cinagara, menggelar deklarasi pernyataan sikap atas konflik yang terjadi dan minimnya perhatian PT SBS atas aspirasi warga.

” Kami atas nama masyarakat Desa Cinagara yang tergabung dalam PDCB dan Karang Taruna, meminta PT Sinde memperhatikan aspirasi warga,” ujar Wahyudi selaku Humas PDCB dalam deklarasinya.

Baca juga :PDCB Minta PT Sinde Perhatikan Segala Bentuk Aspirasi Masyarakat

Ia juga menegaskan, bilamana pihak PT SBS tidak merealisasikan aspirasi warga maka akan menggelar aksi secara berkelanjutan. Kaitan dengan pengadaan barang dan jasa kebutuhan proyek Sinde, kata dia lagi, Paguyuban PDCB tidak mau dialas alias diatur oleh pihak lain yakni FKW02 tetapi harus langsung dari PT Sinde Budi Sentosa karena merupakan masyarakat yang terdampak secara langsung.

” Kaitan pengadaan barang dan jasa kebutuhan proyek, harusnya pihak PT Sinde langsung berhubungan dengan kami (Paguyuban PDCB,red) bukan pihak lain,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa letkol ini juga menyayangkan aksi deklarasi FKW02 yang menuding pihak Muspika Caringin hendak mengambil alih pengadaan barang dan jasa sebagaimana tertuang dalam kesepakatan bersama tanggal 03 Maret 2021 di Mapolsek Caringin.

” Pihak Muspika tidak ada niatan untuk mengambil alih apapun kaitan proyek PT Sinde. Hal itu diambil sementara, agar gejolak yang timbul dimasyarakat tidak meluas yang ujung-ujungnya mengganggu ketertiban lingkungan,” tegasnya.

Baca juga :BLT DD Tak Disalurkan, Warga Minta Aparat Hukum Turun Tangan

Ditempat yang sama, Ketua Paguyuban PDCB Ustad Zaenal menuturkan, meskipun hasil kesepakatan bersama tanggal 03 Maret 2021 di Mapolsek Caringin tidak ditandatangi perwakilan FKW02 dengan alasan hendak bermusyawarah terlebih dahulu di internal FKW02, akan tetapi langkah Muspika Caringin itu bertujuan agar konflik sosial yang terjadi tidak meluas.

” Sebagai warga negara yang baik kami harus patuh atas keputusan tersebut agar konflik tidak terus terulang. Seharusnya, PT.Sinde Budi Sentosa segera mengambil langkah serta mengkaji bahwa terjadinya konflik akibat pihak proyek tidak menampung aspirasi masyarakat secara menyeluruh,” papar Ustad.

Lebih lanjut Ustad Zaenal mengaku khawatir, bilamana persoalan konflik pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan proyek pembangunan PT Sinde Budi Sentosa tidak segera terselesaikan maka keributan ditengah masyarakat akan terus terjadi. Untuk itu, kata dia lagi, berdasarkan informasi yang diterima Paguyuban PDCB, pihak PT Sinde akan dipanggil Muspika Caringin dalam waktu dekat.

” Sebagai Paguyuban yang beranggotakan perwakilan tiap RT dan RW di Desa Cinagara, kami merasa tidak dilibatkan kaitan pengadaan barang dan jasa. Untuk apa ada pembangunan atau kegiatan proyek disini kalau aspirasi masyarakat tidak ditampung,” kesalnya.

Sebelumnya, Ketua FKW02 H Yongki menyatakan, bahwa keributan atau konflik yang terjadi di proyek PT Sinde Budi Sentosa hanya karena salah paham alias mis komunikasi. Ia berpendapat, langkah Muspika Caringin yang mengambil alih sementara pengadaan barang dan jasa kaitan dengan kebutuhan proyek tidak tepat.

” Itu hanya salah paham saja, jadi tidak benar ada keributan warga,” singkatnya saat dihubungi via selulernya. (Egy)

Leave a Reply