Home Bogor Raya Dunia Pendidikan Sambut Baik Rencana Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Dunia Pendidikan Sambut Baik Rencana Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

60
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun
Eryani Juhariah, S.pd (Kepala Sekolah SDN Cimandala 01). Photo: San)
BOGOR, (Beritasatoe.com) – Menanggapi rencana Pemkab  Bogor melalui Dinas Pendidikan yang akan dan telah menetapkan Uji Coba Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, mendapat respon positif dari para pelaku dunia pendidikan (Kepala Sekolah).
” Kami sangat mendukung jika rencana pembelajaran tatap muka itu diterapkan. Sekolah kami sudah siap untuk memberlakukan kegiatan tersebut demi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak murid kami,” ungkap Eryani Juhariah, Spd. Kepala Sekolah SDN Cimandala 01 kepada beritasatoe.com, Kamis (18/03).
Kata Eryani lagi, karena sejak adanya Pandemi Covid-19 Maret 2019 lalu pembelajaran daring yang diterapkan dirasa kurang maksimal dan bukan saja merepotkan bagi wali murid dan siswa tetapi para guru selaku tenaga pengajar.
” Pembelajaran secara daring selama ini bukan saja merepotkan bagi wali murid dan siswa, apalagi wali murid yang dua-duanya bekerja. Tapi kami para tenaga pendidik pun cukup kerepotan dalam hal pemberian materi pembelajaran dan penilaian,” ujarnya.
Maka dari itu kalau benar Pemerintah Kabupaten Bogor akan menerapkan pembelajaran tatap muka, tentu itu hal jadi hal yang menggembirakan bagi kami dan juga wali murid. Untuk itu kami sangat mendukung. Tinggal seperti apa mekanisme atau tata cara pembelajaran tatap muka itu diaturnya nanti, pihak sekolah tinggal menjalankan saja, pungkas dia.
Senada dengan Eryani, ditempat terpisah Dra. Yuliati, M.pd Kepala Sekolah SDN Cantang Jaya sependapat jika pembelajaran tatap muka segera diberlakukan.
” Insya Allah sekolah kami sudah siap untuk uji coba Pembelajaran Tatap Muka. Mudah-mudahan rencana tersebut dapat terealisasi sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran bagi murid-murid kami,” ucapnya.
Dan semoga wabah Pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Agar kondisi dunia pendidikan di kabupaten bogor bisa normal kembali, ujarnya.
Untuk diketahui sebelumnya Pemkab Bogor menindaklanjuti keputusan bersama
Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah melaksanakan Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kemenag dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan telah menetapkan Uji Coba Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan menetapkan beberapa point sebagai berikut :
1.  Membuat sekolah percobaan/model untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka  (PTM).
2. Pelaksanaan PTM akan dilaksanakan di setiap kecamatan 1 (satu) jenjang pendidikan dari mulai SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN dan SMK.
3. DISDIK, Cabang Dinas dan Kemenag telah membentuk tim bersama untuk memverifikasi dan memvalidasi kesiapan satuan pendidikan yang diusulkan oleh Disdik Cabang Dinas dan Kemenag untuk melaksanakan PTM.
4. Dari jumlah 232 sekolah yang diusulkan hasil verifikasi dan validasi yg lolos berjumlah 171 sekolah, dan ada 1 sekolah MTs yang mengundurkan diri, jadi total izin yang dikeluarkan Disdik sebanyak 170 sekolah.
5. Untuk sekolah yang tidak menjadi sekolah model  dan yg tidak lolos verifikasi dan validasi, maka pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring.
6. Disdik sudah membuat juklak dan juknis tentang SOP PTM di setiap satuan pendidikan, dan sudah membentuk tim monitoring pelaksanaan PTM.
7. Disdik sudah menyampaikan ke Cabang Dinas dan Kemenag agar membentuk tim monitoring dan evaluasi pelaksanaan PTM di satuan pendidikan yang menjadi kewenangannya.
8. Pelaksanaan Uji Coba PTM dilaksanakan selama 1 bulan, mulai dari tanggal 9 maret s.d 10 April 2021.
9. Apabila dalam pelaksanaan PTM ada siswa atau guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka pelaksanaan PTM di sekolah tersebut otomatis dihentikan dan pembelajaran kembali dilaksanakan secara daring.
10. Satuan pendidikan model yang diizinkan PTM tetap harus melayani pembelajaran secara daring apabila ada siswa yang tidak diizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti PTM. Namun berdasrkan hasil verifikasi dan validasi, sekitar 72 – 95 persen orang tua siswa menyetujui untuk dilaksanakan.
Reporter : San

Leave a Reply