Home Daerah Sebabkan Bau Busuk, PT. PPLI Digeruduk Warga

Sebabkan Bau Busuk, PT. PPLI Digeruduk Warga

82
0

BOGOR, (Beritasatoe.com) – Bau menyengat yang diduga berasal dari  Kebocoran gas yang terjadi di lokasi Pengelolaan limbah milik PT.( PPLI)Prasada Pamunah Limbah Industri yang berlokasi di Kp. Walahir Desa Nambo, Kecamatan Klapa Nunggal, kabupaten Bogor, menimbulkan  keresahan warga masyarakat sekitarnya.

Hal tersebut memicu ratusan warga melakukan aksi demo didepan PT PPLI pada Jum’at (19/03/21).

Aksi demo ratusan warga dari beberapa desa,diantaranya warga Desa Nambo,Desa kembang Kuning,Desa Lulut dan desa lainnya, aksi yang dilakukan secara spontan itu, nyaris ricuh, beberapa warga sempat bersitegang dengan pihak keamanan PT PPLI.

­Kepada awak media dilokasi, salah satu warga mengatakan, jika bau menyengat yang berasal dari kebocoran gas itu sangat menggangu pernapasan. “Baunya sangat menyengat kang dan kulit saya pun terasa pedih seperti terbakar, serta mata pun jadi perih,” tutur warga yang enggan dipublikasikan identitasnya.

Warga juga menjelaskan bau akibat kebocoran gas tersebut terjadi pukul 17 00 WIB dan sampai saat ini pukul 22-11 WIB, “Bau menyengat itu belum bisa diatasi, sehingga kami dan warga lainnya sangat terganggu sekali, kepala saya pusing ingin muntah dan perih terkena kulit seperti terbakar,” imbuhnya.

Kejadian seperti ini sudah dua kali terjadi, kami warga sekitar tidak tahu bahwa pabrik PT PPLI adalah pabrik sampah atau limbah. “Waktu pembangunan PT tersebut tadinya kami diberitahukan bahwa peruntukannya buat PT garmen dan dulu ketika pabrik itu berdiri kami sempet dikasih uang kompensasi sebesar Rp40.000 per bulan dan itu tidak berlangsung lama dan sekarang tidak sama sekali, saya berharap  PT tersebut ditutup saja karena dampaknya sangat mengganggu kenyamanan kami,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Panjaitan, salah seorang warga lainnya meminta pertanggung jawaban kepada pihak PT PPLI, karena anaknya yang berumur dua tahun harus dirawat karena diduga disebabkan menghirup bau kimia yang menyengat tersebut.

“Pihak PT PPLI harus menutup perusahaan, dan bertanggung jawab atas dampak yang terjadi. Anak saya sakit akibat menghirup bau gas bocor tersebut. Saya sudah coba konfirmasi, tapi pihak PT PPLI bilang nanti aja hari senin. Ini kurang ajar seenaknya aja dia ngomong seperti itu,” tukasnya dengan nada marah dan jengkel.

Terpisah Kepala desa Nambo Nanang, SE yang berada di lokasi PT PPLI menerangkan bahwa pihak perusahaan PT PPLI saat ini belum bisa dikonfirmasi,” kita tunggu saja mudah-mudahan besok pihak perusahaan PT PPLI bisa berdialog dan saya berharap mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi “pungkasnya kepada awak media.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui apa penyebab kebocoran gas yang bau menyengatnya tercium hingga jarak radius puluhan kilometer tersebut. (San/red)

Leave a Reply