Home Bogor Raya LSM Suluh Tuding Staf Desa Semplak Barat Merangkap Jadi Agen E-waroeng, Ini...

LSM Suluh Tuding Staf Desa Semplak Barat Merangkap Jadi Agen E-waroeng, Ini Penjelasannya

125
0
Photo: Ilustrasi
KEMANG, (Beritasatoe.com) – Dua orang perangkat/staf Desa Semplak Barat Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor diduga memiliki double job. Selain melaksanakan tugasnya sebagai perangkat desa mereka  juga merangkap sebagai kolektor KKS dan Agen E-waroeng pada program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Supriadi kepada wartawan media ini pada Minggu, (21/03).
Melalui pesan WhatsAppnya Supriadi mengatakan, berdasarkan keterangan beberapa warga, diduga kuat dua staf desa tersebut berperan sebagai agen /E-waroeng Bank Mandiri. Padahal sudah jelas-jelas pelanggaran karena di pedoman umum (Pedum) BPNT dengan tegas menyatakan bahwa semua perangkat dari mulai tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten dilarang ikut jadi supplier atau agen dalam program bantuan tersebut.
 
Aparat pemerintah yang seharusnya bertindak sebagai pengawas guna melindungi hak nya KPM dalam penyaluran bansos malah jadi penyalur, kalau wasit merangkap pemain bisa dipastikan akan timbul banyak pelanggaran,” ujar supriadi
“Hal itu sudah pasti melanggar. Kan dalam pedum sudah sangat jelas bahwa aparatur desa tidak boleh menjadi agen. Agen ini diperuntukkan untuk masyarakat setempat,” imbuhnya.
 
Terpisah salah satu  staf desa Enu alias Nurdin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya membantah jika dirinya masih aktif sebagai agen E-waroeng. Menurutnya sejak tahun 2018 agen E-waroeng atas nama dirinya sudah dialihkan ke pihak lain (ibu murni).
“Sejak tahun 2018 agen E-waroeng atas nama saya sudah dialihkan ke Ibu murni, begitupun yang atas nama Abdurrahman juga sudah dialihkan ke pihak lain juga. Namun memang betul kalau di bank mandiri masih tercatat nama saya karena belum dirubah/diganti. Padahal kami sudah mengajukan perubahan tersebut ke pihak TKSK Kecamatan Kemang,” jelas Enu, Minggu (21/03)
Namun ada yang aneh dari keterangan Enu, dimana dirinya mengaku bahwa dalam program BPNT perluasan, dirinya bersama Abdurrahman sengaja ditunjuk oleh kepala desa menjadi agen E-waroeng. Padahal untuk diketahui program BPNT perluasan yang ditangani oleh bank Mandiri tersebut baru bergulir di tahun 2020 lalu sebagai bentuk bantuan pemerintah pusat untuk masyarakat terdampak COVID-19.
Abdurrahman selaku Kepala Desa Semplak Barat yang dimintai tanggapannya terkait rumor tersebut mengatakan, alasan dari dikumpulkan / dikolektifkan nya kartu Combo itu mengingat situasi masih keadaan Pandemi. “Untuk menghindari kerumunan dan kartu tsb dititipkan/dikolektif ke pihak tertentu, Ketua Rt/Rw dan ketua Kelompok dan diberikan saat  pencairan, demikian bang yang dpt kami infokan hasil konfirmasi kami dgn pihak E-waroeng dan itu sudah diklarifikasi dan dijelaskan oleh pihak E-waroeng juga di media, jelas Kepala Desa. (San/red)

Leave a Reply