Home Bogor Raya Diduga Oknum Pol PP dan Dinsos Bermain Pada Operasi Nobat, PAR...

Diduga Oknum Pol PP dan Dinsos Bermain Pada Operasi Nobat, PAR Minta Tindak Tegas Pelakunya

208
0
HPN dan HUT PWI Ke 75 Tahun

Bogor, (BERITASATOE.COM) – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Gencar Melaksanakan program Pekat (Penyakit Masyarakat), Nobat (Nongol Babat).  Hal ini Merupakan program lama Bupati Bogor Rachmat Yasin Hingga trealisasi dengan baik Sangat efisien pada jamannya dulu. Namun akhir ini di buka lebih lebar program tersebut, hampir setiap waktu Pol pp merazia tempat  Esek-esek, Panti pijat yang di duga tempat pelangaran Asusila.

Dan transaksi online Michat di jadikan pedoman pelanggaran, misalnya di jalur Parung – Kemang banyak Cewe- Cewe mangkal dipinggir jalan, menjajakan diri kesetiap lelaki hidung belang yang melintas untuk memuaskan Hawa Nabsu/Birahinya yang kemudian di arahkannya ke suatu tempat Kontrakan yang di jadikan wisma persinggahan di sebuah gang Sandiwara yanh di jaga. setiap tamu dibukakan portal jalan gang tersebut dengan membayar uang parkir.

Menurut Salah satu warga yang tidak mau disebutkan jati dirinya mengatakan disini mah sudah biasa bahkan Ketua Rukun Warga (RW) 09 sendiri secara tidak langsung diduga ikut dalam bisnis esek – esek tersebut, bahkan Siap bersaing dalam usaha itu.

Ditambahkannya kenapa gang yuli kemang tempat kumpulan cewe malam karaoke dan minuman keras tidak di berantas ya? Apa ada dugaan Oknum yang melindungi dan dapat upeti setiap bertandang. Aneh menurut Fuad salah seorang warga di lingkungan gang sandiwara menuturkan, “ada salah satu warga yang bernama Euis usaha panti pijat yang pada saat ini tutup karena bulan puasa tapi ironisnya Pada jam 00.30 Wib 16 April Lalu tiba – tiba segerombol Pol Pp Kabupaten Bogor masuk ke dalam Rumah tinggal Ibu Euis tersebut tampa izin. Secara kebetulan anaknya dan keluarganya dan karyawannya lagi kumpul silaturahmi saur bersama. Pada saat itu juga pol.pp langsung mengangkut tujuh orang karyawannya yang tidak tau apa apa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR) Khotman Idris dan juga Ketua Internal di Garda Bela Negara Nasional dan ketua Pengawasan LPRI Lembaga pengawasan Reformasi Indonesia mengatakan, apa bila hal tersebut dilakukan oleh pihak oknum pol pp, itu sudah melakukan pelangaran HAM dan Undang-undang yang berlaku di indonesia. “Tidak bisa sewenang -wenang, harus taat aturan hukum, sebagai pamong praja apa lagi sampai melepaskan tiga cewe yang udah jelas melanggar asusila di gerebek di Sebuah Hotel Taman cibinong 1 yang sedang berduaan dengan Cowo,” tutur Khotman kepada media ini, Minggu (18/04).

Kasie Operasional Pol PP Kabupaten bogor Rama saat dikonfirmasi oleh PAR menuturkan, “kami sudah tidak bertanggung jawab karena udah kami limpahkan ke pihak Dinsos Dinas Sosial Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Tapi menurut Adit dari pihak TRC Team Reaksi Cepat Dinas kabupaten Bogor, mengatakan, “Kami melakukan atas perintah atasan dan semuanya kami sudah laporkan tapi anehnya setelah cewe tersebut di data dan langsung dikirim ke Sukabumi cibadak dan sehari sesampainya di cibadak langsung di pindahkan ke Cirebon dalam pembinaan. Adit juga mengatakan apabila saya melanggar, maka baju saya mungkin di copot dalam arti copot jabatan.” ujarnya.

Ternyata ada tiga orang yang di lepas yang udah jelas pelanggarannya. Berarti Adit harus bertanggung jawab atas kata kalimatnya.
Untuk itu khotman meminta agar menindak tegas oknum nakal, baik dari pol pp maupun dari pihak Dinas Sosial apa bila ada oknumnya yang menyalahgunakan jabatan. “Bila perlu pecat, jika ada unsur pidana penjarakan biar jera tidak sewenang – wenang dan agar kapok, tidak merasa seakan – akan yang punya kekuasaan merasa kebal hukum,” tegas Khotman. (San/Red)

Leave a Reply