Home Daerah Sekdes Situsari Diduga Tilep Dana Bantuan Hibah Untuk Pembelian Motor MUI Desa

Sekdes Situsari Diduga Tilep Dana Bantuan Hibah Untuk Pembelian Motor MUI Desa

102
0

Gambar ilustrasi-

Kab.Garut. (BERITASATOE.COM) – Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Garut pada Tahun Anggaran 2020, yang dialokasikan untuk pengadaan kendaraan (motor) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Pemerintahan Desa (Pemdes) telah digulirkan dan terealisasi hampir di semua desa yang ada di Kabupaten Garut.

Bantuan tersebut sekurangnya bernilai Rp.16.000.000,- disalurkan melalui Pemdes, dengan tujuan untuk membeli satu unit kendaraan roda 2 (motor) sebagai kendaraan operasional MUI.

Celakanya, di Desa Situsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, bantuan tersebut tidak pernah terealisasi sehingga motor pun tidak pernah diterima MUI.

Maka hal itu menjadi pergunjingan masyarakat setempat, dan ada rumor terhembus kabar bahwa bantuan keuangan tersebut diduga digelapkan pihak Pemdes.

Saat Tim Media Beritasatoe.com melakukan crosscheck ke Desa Situsari beberapa waktu lalu, Kepala Desa Situsari, Santi yang akrab dipanggil Isoh tidak dapat ditemui.

Informasi yang beredar dilingkup Pemdes Situsari, membenarkan hal tersebut bahkan sudah ada kesepakatan dalam bentuk pernyataan.

“Memang benar hal itu terjadi, kabarnya Bu Kades sudah menyerahkan dana bantuan itu kepada Sekdes (Asep), untuk di belanjakan namun tidak ada unitnya” ungkap narasumber yang minta tidak disebut namanya.

Lebih lanjut narasumber menjelaskan sudah ada kesepakatan untuk pengembalian.

“Kalau tidak salah, sudah ada kesepakatan pengembalian atau penggantian anggaran, tapi coba langsung tanya ke Sekdes” jelasnya penuh ragu.

Berhasil dihubungi melalui sambungan selulernya, Minggu (18/04/2021), Sekdes Asep tidak menampik ihwal tersebut.

“Memang benar dana tersebut saya yang terima untuk pembelian satu unit motor senilai Rp. 14 Juta, setelah dipotong pajak. Namun karena saya dapat musibah, dana nya saya pakai dulu” ucap Asep.

Masih menurut Asep, Persoalan itu sudah dimusyawarahkan dan dibuat pernyataan.

“Sudah ada musyawarah dan dibuat perjanjian, bahwa saya akan mengembalikan dana tersebut, saya akui salah karena musibah sangat mendesak” terang Asep.

Sementara itu, Kepala Desa Situsari, Santi yang akrab disapa Isoh tersebut, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) hingga berita ini dilansir belum dapat dikonfirmasi.

Lantas, bagaimana tindakan hukum atas dugaan tindak penyelewengan tersebut?

Reporter : Hery Azizi/Ydk

Leave a Reply