Home Peristiwa Islah Damai Saling Memaafkan Terjadi Antara Kades Wanasuka Dengan Wartawan

Islah Damai Saling Memaafkan Terjadi Antara Kades Wanasuka Dengan Wartawan

106
0

Kab.Bandung, (BERITASATOE.COM) – Surat Kesepakatan “Islah” diantara kedua belah pihak yang berselisih, yaitu Maman, Kades Wanasuka Kec. Pangalengan Kab. Bandung dan Wanhendi (Wartawan MPN). Telah ditanda tangani di atas materai dihadapan Mediator dan saksi pada hari Selasa 20 April 2021.

Tertulis bahwa masing-masing pihak mengaku bersalah, disaksikan Ketua Forwacip (Forum Wartawan Cimaung – Pangalengan) Indra Fuji Priatna sebagai Mediator juga ada Ketua MUI Desa Wanasuka (Amin) sebagai saksi.

Hal tersebut sebagai pertanda kesalahpahaman diantara kedua pihak (Maman & Wawan) yang berselisih dianggap telah clear (bersih) tidak ada lagi persoalan.

Dan tindakan itu dilakukan sehubungan tentang perselisihan sebelumnya yang terjadi diawali temuan wartawan yang diberitakan sebelumnya hingga banyak menuai tanggapan banyak pihak.

Kemudian Kades Maman yang didukung warganya tidak terima, selanjutnya geruduk rumah wartawan, Wanhendi diluar jam kerja sebanyak 7 orang. Tindakan itu menuai protes banyak jurnalis yang tergabung di Aliansi Penggiat Media,(Red).

Perlakuan Kades yang konon bermaksud klarifikasi dengan mendatangi rumah Wanhendi plus warganya 7 orang dapat kecaman dari Aliansi Media yang apresiasi/dukungan moril atas nama sesama Jurnalis. Beritanyapun sempat viral menjadi polemik.

Tanggapan atas berita yang sempat heboh itu, tercatat antara lain dari Tokoh Kab Bandung, Ahli Hukum, Camat & Apdesi Pangalengan serta Tokoh masyarakat lainnya.

Khusus kaitan pemberitaan sebelumnya yang sempat kami (Tim Redaksi Media) memuat tayangan berita soal tanggapan dan harapan Camat Pangalengan, Drs.Eef Syarif Hidayatulloh. Edisi Jum’at tanggal 16 April 2021 (red).

Pernyataan yang kami catat dan beritakan dari Camat Pangalengan tampaknya tegas, bijak dan menjadi motivasi bagi semua yang terlibat didalamnya untuk segera dilaksanakan mediasi sebaik-baiknya.

Camat Eef menyampaikan kepada kami, bahwa dia akan mencari jalan solusi yang terbaik, atas perselisihan antara Kades dengan Wartawan Media MPN yang akhir-akhir ini beritanya sedang Viral hingga menjadi “Polemik” di Kecamatan Pangalengan.

Camat juga menyinggung, bahwa dia mempersilahkan, baik kepada Kades Wanasuka, Wartawan (Wanhendi MPN) juga kepada Forwacip (Indra) yang konon katanya sanggup untuk menjadi Mediator, (Red).

Harapan Camat yang sempat kami beritakan sebelumnya antara lain, ”Semoga perselisihan yang terjadi antara Kades dan Wartawan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya” ucapnya.

“Diselesaikan dengan musyawarah duduk bersama dengan baik dan santun masing-masing pihak yang terlibat, pesan Camat sesuai yang pernah diucapkan pada Koordinator Tim Aliansi Media sebelumnya lewat telpon. Jum’at 16/4/2021, (Red).

Sementara di pihak utama yang berselisih, baik Kades Maman maupun Wanhendi saat kami konfirmasi membenarkan atas adanya pertemuan mediasi yang menghasilkan “Islah” tersebut.

Bahwa pertemuan dalam rangka mediasi yang diperankan Ketua Forwaci telah dilaksanakan dalam proses 3 hari. Mulai dilakukan sejak hari Jum’at 16/4/2021 hingga Senin dan Selasa selanjutnya 19/20 April 2021.(Red).

Atas saran dari berbagai pihak dan inisiatif peran mediasi Forwacip yang baik, kedua belah pihak yang berselisih tersebut akhirnya menemukan satu titik penyelesaian yang baik.

Terlaksanalah diantara keduanya (Maman & Wanhendi) Islah untuk saling memaafkan diucapkan dan ditandatangani dihadapkan penanggung jawab mediasi dan saksi MUI desa. Sepakat menganggap apa yang terjadi sebelumnya adalah kesalahfahaman.

Di lain pihak, perwakilan Aliansi Media, Abenk, Adjie, Trianto, Hasan dan Sandi saat kami hubungi terkait adanya Islah yang ditandangani kedua belah pihak yang berselisih tersebut. Mereka menyikapinya dan memberikan tanggapan positif.

Berikut tanggapan dari perwakilan Aliansi media yang diwakili Abenk dan Adjie.

“Dengan adanya surat kesepakatan yang telah mereka (Kades Maman dan Wanhendi) tandatangani, juga adanya bukti photo dan informasi dari Ketua Forwaci Indra Fuji Priatna. Maka permasalahan yang pernah terjadi dianggap kami sudah beres ” kata mereka.

Lebih lanjut, Abenk dan Adjie mengatakan penilaian yang senada.

“Sejak awal, yang menjadi permasalahan dengan kami (Tim Aliansi Media) bukan kepada kasus temuan yang diberitakan Wanhendi dimana Kades Maman didukung warga tidak terima” beber mereka.

“Nada protes kami sebagai bentuk Apresiasi sesama Jurnalis, yaitu soal kedatangan Kades dengan warga (7 orang) yang berniat klarifikasi hak jawab dengan mendatangi rumah wartawan yang kami anggap menyalahi prosedur UU Pers” tegas mereka.

“Dengan adanya “Islah” yang terjadi. Maka kami anggap permasalahan antara keduanya sudah beres, sebab diantara keduanya telah ada kesepakatan saling memaafkan, ada bukti dan ada saksi” tandasnya.

“Sebenarnya itu hal terbaik harapan semua pihak dan untuk itu kami bersyukur” ucap Abenk dan Adjie.

Harapan pun diutarakan perwakilan Tim Aliansi Media.

“Kami berharap kedepannya, semoga komunikasi antara Kades dengan Wartawan dimana pun. Setelah adanya kejadian ini, komunikasi berjalan baik” harap mereka.

“Semoga kesalahan masing-masing yang terjadi tidak terulang lagi dan menjadi contoh buat Kades-kades dan Wartawan lainya” pungkas perwakilan Tim Aliansi Media.

Reporter : (Yudika)

Leave a Reply