Home Artikel/Opini Hakiki “MUDIK”Bersama H. Idat Mustari, Pemerhati Sosial Dan Keagamaan

Hakiki “MUDIK”
Bersama H. Idat Mustari, Pemerhati Sosial Dan Keagamaan

64
0

Bandung.(BERITASATOE.COM) – Edisi di akhir Ramadhan berupa siraman rohani. Kali ini dari tokoh pemerhati sosial dan keagamaan, H. Idat Mustari. Bandung Selasa 12 Mei 2021.

Berikut sajian dan ulasan-ulasan Idat Mustari, bertemakan “Hakiki Mudik“.

Mudik boleh jadi tahun ini tak akan kita lakukan, mengingat larangan dari pemerintah. Tetapi dipastikan semua orang akan “Mudik” ke kampung halaman yang abadi, namun waktunya tak seorang pun mengetahuinya.

Pada masa “Mudik” ini ada orang-orang yang mudik dengan wajah penuh kecemasan, ketakutan yang tertunduk terhina,” Wujuuhuny yawma ‘izin khaashi’ah” dan ada pula yang mudik dengan wajah berseri-seri “ Wujuuhuny yawma ‘izin naa’imah.”

Mereka yang “Mudik,” dengan wajah cemas, takut dan tertunduk hina adalah mereka yang pulang dengan tangan hampa, tanpa membawa bekal sedikitpun.

Sedangkan mereka yang tersenyum, berseri-seri adalah mereka yang membawa bekal yang cukup. Dan bekal yang paling baik saat itu adalah takwa.

Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 197, “ Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”.

Rasulullah SAW Berpesan dalam sabdanya, “ Berbekallah kamu dengan sesuatu yang dapat menutupi kehormatan wajahmu dari direndahkan oleh manusia dan sebaik-baiknya bekal ialah ketaqwaan.” (HR Ibnu Abi Hatim).

Puasa Bulan Ramadhan tujuan utamanya agar mereka yang berpuasa bisa “Mudik” mengenakan pakaian taqwa ( Libasut Taqwa ) pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf: 26).

Pakaian takwa adalah pakaian batin, pakaian jiwa, yakni hati yang bersih, yang kemudian memancarkan perilaku, sikap jadi Khoirunnas anfa’uhum linnas ( Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain).

Pakaian takwa bukan saja melindungi dirinya dari sengatan matahari, tapi mampu melindungi orang lain yang disingkirkan, dipinggirkan dan dilemahkan.

Pakaian takwa menjadikan dirinya menggenapkan bukan mengganjilkan.

Pakaian takwa adalah pakaian kesejatian manusia yang sempurna paripurna.

Sungguh siapapun yang “ Mudik” memakai pakaian ini pasti wajah nya akan berseri-seri.

Kita pasti “Mudik” tapi entah kapan? Namun kita berharap pada Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih agar “Mudik” selagi memakai pakaian takwa.

TAMAT

Mohon maaf jika selama sahur terganggu oleh tulisan tulisan yang saya share.

Saya ucapkan terimakasih atas kesediaan membacanya, mengomentarinya dengan kata atau tanda emoticon, atau yang mensharenya ke yang lain. Semoga Allah membalas dengan limpahan Karunia-Nya, Aamiin.

Juga ucapan terimakasih pada adikku Aat Indoglobenews. Kang H Asep Visi news, kang Yudika Beritasatoe, kang Toni Newsletter Jabar dan Syukron Abdillah yang telah memuat di media online nya.

“Semoga Allah balas dengan limpahan Karunia-Nya“. Aamiin

Semoga pula saya kembali bisa membuku-kan tulisan dari sahur ke satu hingga sahur terakhir di Ramadhan Tahun ini dan bisa membagikannya saat berjumpa.

Berharap itu semua jadi kenang-kenangan atau nambah penghias manis di rak buku.

Selamat melaksanakan puasa terakhir. Semoga kita berjumpa lagi di “Puasa Ramadhan” tahun depan, Aamiin.

Taqabbalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum,
Selamat Hari Lebaran Idul Fitri 1442 H.

Salam Takjim
Idat Mustari

Reporter : Adjie MND

Leave a Reply