Home Bogor Raya Perusahaan Potong Ayam Selain Limbahnya Bau, Juga Menggunakan Gas Subsidi 3 kg

Perusahaan Potong Ayam Selain Limbahnya Bau, Juga Menggunakan Gas Subsidi 3 kg

100
0

Bogor, (BERITASATOE.COM) — Tujuan pemerintah didalam membuat UU 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan sekaligus memberikan perlindungan terhadap hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Senin (24/5)

Akan tetapi semua itu kurang dirasakan oleh warga yang ada di RT/01 RW/06, Desa Cigombong Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor – Jawabarat

Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut berdiri perusahaan potong ayam, yang diduga kuat oleh warga setempat dalam membuang limbahnya kurang terkordinir dengan baik.

Sehingga warga sekitar merasa dirugikan dengan apa yang ditimbulkan dari pembuangan limbah perusahaan tersebut, berupa bau yang yang sangat menyengat, yang mengakibatkan terjadi pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

Selain itu juga, warga terdekat merasa heran, kenapa sekelas perusahaan potong ayam itu, menggunakan gas Subsidi 3 kg didalam melakukan produksinya.

Padahal, menurut aturan pemerintah,  penggunaan gas Subsidi itu hanya diperuntukan untuk kalangan masyarakat kecil saja, yang notabene pendapatannya pas-pasan.

Dede salah satu tokoh masyarakat Benteng tugu, mengatakan”Saya berharap pengusaha pemotongan ayam tersebut mengerti dengan keadaan seperti ini, dan secepatnya melakukan perubahan yang sifatnya saling menguntungkan.

“Selama ini kami sebagai warga Benteng tugu, hanya kebagian baunya saja. Sekali lagi saya berharap pengertiannya dari pihak perusahaan potong ayam tersebut, “Tandasnya.

Sebagai informasi, pengguna LPG 3 kg itu hanya dikhususkan bagi konsumen rumah tangga dan usaha mikro. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram (“Perpres 104/2007”). (Egy)

Leave a Reply