Home Peristiwa Kisah Spiritual Lauren Booth Hingga Memeluk Agama Islam

Kisah Spiritual Lauren Booth Hingga Memeluk Agama Islam

36
1

Bandung, (BERITASATOE.COM) – Hidayah dari Allah bisa sampai kepada siapa saja dan dimana saja, tanpa terduga.

Seperti pengalaman spiritual yang dialami oleh seseorang yang tadinya membenci Islam, Lauren Booth.

Dikutif dari kiriman video Lauren Booth (adik ipar mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair), penulis sekaligus pengamat sosial dan keagamaan Idat Mustari, menuangkannya dalam karya tulis yang bertema : Kisah Spiritual Lauren Booth Hingga Memeluk Agama Islam.

Berikut ulasan lengkapnya :

Pada awalnya Lauren Booth sangat membenci Islam, dalam bayangannya orang Islam paling suka menggorok leher non muslim.

Namun Allah memberi hidayah kepadanya ketika ia terlibat sebagai wartawan di Gaza Palestina.

Lauren Booth hatinya mulai tertarik dengan Islam, dengan pengalamannya ketika ia sedang melaksanakan tugas jurnalisnya.

Pertama, ketika ia berada di jalan pada bulan Ramadhan dengan lengan dan rambut terbuka, tidak ada seorang pun dari penduduk muslim Gaza yang menyambut dengan wajah kebencian, melainkan sambutan dengan senyum yang ramah dengan ucapan salam.

Kedua, ketika ia berkunjung ke keluarga miskin di Gaza yang sedang berpuasa, bahkan ia menyampaikan kemarahannya kepada Allah, kenapa orang miskin harus puasa? Namun bergetar hatinya ketika ia mendapat jawaban : “Saya berpuasa di bulan Ramadhan untuk mengingat (kesusahan) orang miskin” kata ibu itu menjawab pertanyaan Lauren.

“Dia tidak punya apa-apa dan saya tidak bisa memahaminya. Kenapa dia bisa puasa untuk mengingat (susahnya) orang lain? Bagaimana dia mengingat kemiskinan orang lain sementara dia sendiri tidak punya apa-apa?” tutur Lauren sambil terisak.

Saat itu, terlintaslah di benaknya seputar pemikirannya tentang Tuhan, Islam dan menjadi Muslim.

“Jika ini adalah Islam saya ingin jadi Muslim. Jika kasih sayang Tuhan berbentuk sebuah agama, maka saya ingin agama itu. Jika kasih sayang kalian kepada sesama meski dalam keadaan sulit berbentuk sebuah agama, maka saya ingin masuk agama itu. Dan jika kasih sayang kepada para musafir berbentuk sebuah agama, maka izinkan saya jadi Muslim. Subhanallah” kata Lauren.

Ia masuk Islam bukan karena membaca Al-Quran, bukan pula karena bisikan Ghaib tapi ia masuk Islam karena melihat ahlak seorang muslim.

Menjadi seorang muslim yang baik tidak cukup hanya dengan menghapal ratusan ayat, puluhan surat,  Al Qur’an, bukan pula hanya sekedar dengan menggerakan tubuh dalam shalat, bukan pula puasa  hanya sekedar menahan makan minum.

Salam dari akhir shalatnya harus berwujud nyata dalam dirinya dengan membuat orang di sebelah kanan-kirinya merasa aman dan nyaman.

Salamnya harus mampu bukan saja menyelamatkan dirinya melainkan juga menyelamatkan orang lain.

Salamnya bukan saja dapat mensejahterakan dirinya tapi juga orang lain.

Puasanya bisa menumbuhkan rasa empati di hati, melihat orang yang sedang dirundung kesulitan dan duka, sekalipun dirinya sedang berada dalam kesulitan dan duka.

Inilah hakikat agama, dan seseorang disebut beragama ketika ia telah berahlak baik, begitu Sabda Nabi SAW.

Nara Sumber : Idat Mustari
Reporter : Yudika

1 COMMENT

Leave a Reply