Home Hukum Pemeriksaan Saksi Dan Alat Bukti Sengketa Lahan, Terkuak Perbedaan Nomor Persil

Pemeriksaan Saksi Dan Alat Bukti Sengketa Lahan, Terkuak Perbedaan Nomor Persil

69
0

Kab Karawang. (BERITASATOE.COM) – Sidang lanjutan gugatan lahan yang digunakan Pemda Karawang sebagai bangunan SDN IV Lemahabang dan kantor Koorwilcamdik, kembali digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (03/06/2021) dengan agenda sidang pemeriksaan saksi penggugat dan tergugat.

Pihak penggugat yakni ahli waris M Ateng bin Uki sebagai pemegang sertifikat, menghadirkan 1 orang saksi, Tarmo. Sementara saksi dari tergugat ( Pemda Karawang) menghadirkan 2 Orang saksi, Udin Pudin ( Koorwilcamdik) dan bagian Asset Pemda.

Saksi penggugat, Tarmo menjelaskan pertanyaan dari majelis hakim dan kuasa hukum, berkaitan dengan lahan.

“Saya mengetahui lahan yang di gunakan untuk mendirikan SDN IV Lemahabang yang dibangun sekitar tahun 1980 adalah lahan sawah milik M Ateng bin Uki” Jelas Tarmo.

Lebih lanjut Tarmo mengaku tidak mengetahui bagaimana proses peralihan lahan kepada Pemda.

“Saya tidak tahu bagaimana proses peralihan lahan milik M Ateng hingga dibangun SDN dan kantor Koorwilcamdik, hanya mendengar cerita dari Almarhum M Ateng, bahwa lahannya diminta di bangun SDN” Imbuh Tarmo.

Selanjutnya sidang pemeriksaan saksi terlapor, Pudin yang merupakan mantan Kepala Sekolah yang menjadi saksi pemberian kompensasi senilai 22 Juta kepada penggugat.

“Saya hanya diperintahkan mengeluarkan uang senilai 10 Juta dari koperasi Guru karena kebetulan saya bendahara waktu itu” Ujar Pudin saat ditanya.

Perihal dalam kwitansi tertulis 22 Juta, Pudin mengaku tidak tahu, itu atas perintah atasannya.

“Dalam kwitansi tercatat 22 Juta, uangnya saya tidak tahu karena menurut atasan saya disatukan dengan pemberian sebelumnya senilai 12 juta” Tambahnya.

Sementara itu dalam pemeriksaan saksi tergugat, yang menghadirkan Kasub. Asset Pemda, terkuak alat bukti berupa Akta Jual Beli ( AJB) dan Surat Pelepasan Hak ( SPH) dengan no Persil yang berbeda dengan SHM.

Dalam SHM tercatat no Persil 221 D/III C No 123, sementara no Persil dalam AJB No 219 dan dalam SPH no Persil 223 D IV.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar dan adanya kecurigaan dari kuasa hukum penggugat, Mahfut SH, MH.

“Aneh nomor Persil yang tercatat dalam AJB ataupun dalam SPH sangat jauh berbeda dengan yang tercantum dalam Sertifikat Hak Milik ( SHM) Nomor 264 Atas nama M.Ateng Bin Uki ” ungkap Mahfut.

“Kami mencurigai adanya maladministrasi atau unsur kesengajaan merekayasa data” ujar Mahfut menambahkan.

Masih menurut Mahfut, kecurigaan pihaknya diperkuat dengan keterangan para saksi tergugat dalam pemeriksaan sebelumnya yang tidak sinkron.

“Dalam pemeriksaan saksi sebelumnya, mantan Kepala Desa (Oyok) memberikan keterangan berbelit atas Persil tersebut, sehingga kami menduga ada upaya pemberian keterangan palsu, hal itu bisa dilaporkan dan terancam pidana” Tandasnya.

Reporter : Heryawan Azizi/Yudika

Leave a Reply