Home Daerah Kasus Pembunuhan Pelajar Di SMAN 7 Bogor, Anggota DPRD Kota Bogor Angkat...

Kasus Pembunuhan Pelajar Di SMAN 7 Bogor, Anggota DPRD Kota Bogor Angkat Bicara

75
0

Kota Bogor, (BERITASATOE.COM) – Peristiwa penganiyaan yang tewasnya salah satu siswa yang terjadi di pintu gerbang SMAN 7 Bogor yang dilakukan oleh seorang pelajar pada hari Rabu 6/10/21 menjadi konsumsi publik yang memprihatinkan atas akhlak dan perilaku pelajar khususnya di Kota Bogor.

Menanggapi kejadian tersebut Anggota DPRD Komisi 4 Fraksi Nasdem Devie Prihatini Sultani mengaku sangat prihatin.  “Tentunya sangat prihatin terhadap kejadian tersebut. Padahal kita masih dalam suasana pandemi, tentu ini harus pula menjadi perhatian serius dari orang tua murid dan juga sekolah sekolah untuk terus memberikan perhatian dan pembinaan,’ ujar Devie.

” Khususnya Dinas Pendidikan dalam hal ini Kepala Cabang Dinas pendidikan agar turut menjalankan fungsinya dengan sebaik- baiknya, potensi terulangnya hal seperti ini dapat saja terjadi lagi. Tentunya keseriusan KCD dalam menyikapi ini perlu dipertanyakan, kaitannya dengan pola kerja dalam bimbingan dan pembinaan siswa. Ucap Devie

Lanjutnya , Bilamana KCD tak serius dan GAGAL PROGRAM maka besar kemungkinan akan terulang-ulang kembali kejadian seperti ini. Kami berharap pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas dan bertindak tegas terhadap kejadian yang menghilangkan nyawa siswa warga kota Bogor ini.

Mengingat bahwa SMA adalah wilayah kerja dari Provinsi, maka besar harapan kami kiranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memberikan perhatian serius terhadap kejadian tragis sampai menghilangkan nyawa sesama pelajar.

Ini tidak semata soal Tindakan Hukum pasca kejadian, namun saya selaku anggota DPRD juga mempertanyakan sampai dimana keberadaan Dinas Pendidikan dalam menyingkapi , mengantisipasi kejadian berulang ini, ujar Devie

Saya kira hal ini sangat serius, dan tentu sebagai perwakilan rakyat kota Bogor saya akan sampaikan kepada pimpinan DPRD untuk segera secara kelembagaan ( DPRD Kota Bogor) meminta penjelasan dari para pihak dan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar terkait hal ini, pungkas Devie. (Arief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here