Makna Pusaka Merah Putih di HUT Kemerdekaan RI Ke-77

Hadist Tentang Pusaka Merah Putih

Joko Maryono) Guru/Pendidik di SMAN 3 Cibinong Kabupaten Bogor. (Photo/DokBs)

Oleh: Mr.Joma () Guru/Pendidik di SMAN 3 Cibinong Kabupaten Bogor.

Saudaraku Pejuang Bangsa yang Cerdas, Tangguh dan ber-Iman. Dalam rangka memaknai yang Ke-77 Tahun 2022 ini, ijinkan penulis menyatakan “Teruslah ikuti tatacara rasul dalam berjuang dengan segala atributnya.”

Marilah kita semua renungkan arti sebuah Perjuangan untuk mencapai Kemerdekaan, serta terus mengenang Jasa-jasa para demi berkibarnya Merah Putih di Bumi Nusantara ini.

Sedikit Penulis ingin mengupas terkait Bendera Sangsaka .

Bendera Merah Putih ini tentunya merangkum nilai-nilai Kepahlawanan, Patriotisme, dan Nasionalisme. Selain itu, Bendera Merah putih juga mempunyai makna khusus. Merah berarti Berani dan Putih berarti Suci.
Merah melambangkan tubuh manusia. Sedangkan putih melambangkan jiwa manusia.

Keduanya pun saling melengkapi dan menyempurnakan. Maka, bendera itulah menunjukkan bahwa Indonesia akan berjaya.

Hadist Tentang Pusaka Merah Putih

Namun, siapa sangka, di balik itu semua, ternyata Pusaka Merah Putih ini memiliki sebuah hadist. Dari situ, kebaikan yang ada pada diri setiap muslim yang ingin memperbaiki dirinya adalah dengan mengambil pedoman utama akhlak Rasulullah Sayyidina Muhammad. Allah SWT berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

Maknanya : “Dan apa yang disampaikan kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr : 7).

Merah putih sendiri merupakan warna kekhasan dari Rasulullah SAW. Bahkan, merah putih adalah warna dasar yang diberikan secara khusus oleh Allah SWT untuk Rasulullah.

Tentunya warna merah putih ini memiliki nilai maupun filosofi yang terdalam yang harus terus diperkenalkan dan dilestarikan. Rasulullah SAW menggunakan kedua warna ini untuk bendera khas ataupun simbol Islami yang melekat dan mempunyai kandungan makna yang dapat digunakan semua orang tanpa memandang agama, suku, bangsa dan status. Mari kita lihat hadist-hadist yang menyatakan hal ini,

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ

Maknanya : “Dari Tsauban, Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku hingga saya dapat melihat timur serta baratnya. sebenarnya kekuasaan ummatku bakal meraih apa yang sudah ditampakkan untukku. Saya diberi dua perbendaharaan besar yaitu warna merah dan putih. Saya bermohon kepada Tuhanku untuk ummatku supaya Dia tak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh dan supaya Dia tidak memberikan kuasa kepada musuh terkecuali diri mereka sendiri yang menyerang sesama mereka.” (HR. Muslim Bab Khalakul Ummah Ba’dhum Biba’dh No. 5144).

dan lain-lain banyak menafsirkan jika merah dan putih adalah simbol emas dan perak. Simbol emas perak itu merupakan simbol kemenangan dan kejayaan.

Oleh sebab itu pada masa dahulu menggunakan bendera dan panji merah putih untuk mendapatkan kemenangan dengan harta ghanimah (rampasan perang) yang didapat terdiri dari emas dan perak.

Pada hadis di atas, dijelaskan bahwa dua warna yang menjadi perbendaharaan terbesar, diikuti dengan bagian kalimat di penghujung akhir yang berkonklusi pada peperangan.

Nah, kalau mau jaya , jangan pernah pakai atribut kecuali Merah dan Putih , inilah bendera Kaum As- Sunah di Akhir zaman dan tidak pernah mengikuti segala intrik dan politik , partai dan golongan yang terlihat di pentas nusa saat ini,

Mereka mengejar syafaat dan Ridho Allah dengan meningkatkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan serta tekhnologi tinggi , pola kerjanya tersembunyi senyap tak terbaca, tetapi dahsyat.

Ditengah euforia dan kesombongan , tindakan Kemungkaran dan Kedzoliman manusia, mereka berbaur tanpa nuansa ada dimana- mana di seluruh dunia , kita dapat lihat reaksinya di seluruh dunia , rangkaian kembalinya benua biru , Asia dan Timur Tengah dalam gebrakan melenyapkan Hegemoni barat, menuju kebangkitan Islam di dunia yang Insyaallah sudah didepan mata menuju keberhasilan

Subhanallah.. Semoga Bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.