Cibinong, (BS) - Kabupaten Bogor akan menjadi pusat perhatian seni budaya Islam dalam waktu dekat. Lembaga Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ) Kabupaten Bogor tengah mematangkan persiapan untuk menggelar Festival Qasidah tingkat nasional yang ke-28. Rapat koordinasi yang dihadiri jajaran pengurus dan tokoh penting, menjadi bukti keseriusan mereka menyambut ajang bergengsi ini.
Aula Kementerian Agama Kabupaten Bogor menjadi saksi bisu semangat kekompakan para pengurus LASQI NJ pada Jumat, 17 Oktober 2025. Rapat koordinasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya penguatan organisasi agar solid dalam menyukseskan perhelatan akbar tersebut.
Ketua Umum DPD LASQI NJ, H. Lumanudin Ar Rasyid, membuka rapat dengan penuh semangat. Ia menyampaikan kabar gembira terkait penunjukan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah Festival Qasidah tingkat nasional yang direncanakan pada Desember mendatang.
Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bogor, setelah sebelumnya Festival Seni Budaya Islam (Qasidah Kolaborasi) tingkat nasional sukses diselenggarakan di Sulawesi Tenggara.
Menurut Ketua umum DPD LASQI NJ Kabupaten Bogor, Festival Qasidah ini akan menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para seniman dari 27 provinsi di seluruh Indonesia.
Beragam kategori festival akan memeriahkan acara ini, mulai dari Festival Qasidah, Rebana Klasik tingkat dewasa, remaja putra dan putri, hingga Festival Vokalis Gambus dewasa putra dan putri atau campuran.
"Insyaallah nanti DPD LASQI NJ Kabupaten Bogor siap selenggarakan Festival Qasidah, Rebana Klasik tingkat dewasa, remaja putra dan putri serta Festival Vokalis Gambus dewasa putra dan putri atau campuran, dan insyaallah juga terkait Venew yang akan dijadikan tempat Opening Serimoni nanti diantaranya, Gedung Tegar Beriman dan Gedung Serbaguna Satu Pemda Kabupaten Bogor" jelasnya.
Ajang Pemersatu dan Media Dakwah
Lumanudin Ar Rasyid, atau yang akrab disapa Kang LA, memiliki visi besar untuk festival ini. Ia berharap, perhelatan tingkat nasional ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pemersatu bangsa.

