Bogor, ( BS) - Jaro Farm merupakan salah satu pusat pembelajaran budidaya domba, yang berlokasi  di Kampung Babakan Cengkeh, Desa Cisarua,  Nanggung, Bogor.

Lahan yang bekas area tambang bisa dikonservasi menjadi sumber pendapatan ekonomi  yang berkelanjutan. Dan ini sangat  menarik banyak pihak termasuk akademisi dari IPB University.

Guru Besar Peternakan IPB University, Prof. Luki Abdullah, bersama rombongan berkunjung ke Jaro Farm untuk mendiseminasikan teknologi sekaligus menjajaki potensi pemanfaatan lahan pasca tambang dalam mendukung ketahanan pangan.

“Saya kira ini kemajuan besar. Masyarakat harus dibina agar tidak terus bergantung pada tambang. Sumber daya tambang pasti ada akhirnya, sementara kehidupan harus terus berjalan,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu 16/02.

Lebih lanjut Luky Abdullah mengatakan, pemanfaatan lahan eks tambang sebagai area pertanian dan peternakan adalah solusi konkret guna mendorong perekonomian masyarakat sekitar.

“Domba Jaro Farm bisa menjadi contoh sukses. Dalam empat tahun terakhir, proses branding domba di sini terus berkembang. Harapannya, ini bisa menjadi model peternakan domba di Jawa Barat,” bebernya

IPB University berkomitmen membantu pengembangan teknologi, sebagai bentuk dukungan, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

“Teknologi reproduksi dan lainnya sudah kami siapkan, Tinggal bagaimana mengimplementasikannya agar bisa naik kelas,” ucap Luky Abdullah

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Ternak Jaro Farm, Sudin Gemer, mengakui bahwa meninggalkan pekerjaan sebagai Gurandil (Penambang Emas Ilegal) bukanlah hal yang mudah.