DEPOK, (BS) — Pemerintah Kota Depok melalui Program Sekolah Swasta Gratis (SSG) membuka akses pendidikan menengah pertama bagi 5.000 siswa dari berbagai latar belakang sosial, tanpa pungutan biaya apapun. Program ini menjadi salah satu langkah revolusioner dalam mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Kota Depok.
Program SSG resmi diluncurkan dengan menggandeng sekolah swasta sebagai mitra penyelenggara pendidikan gratis, di mana seluruh biaya operasional dan kegiatan belajar mengajar ditanggung oleh APBD Kota Depok.
“Sekolah gratis bukan lagi sekadar wacana. Ini langkah nyata menghadirkan keadilan akses pendidikan di Kota Depok,” ujar Jiacep, Koordinator Program SSG, Jumat (20/6/2025).
Solusi untuk Masalah Lama: Daya Tampung Sekolah Negeri
Program SSG menjadi terobosan Supian-Chandra yang dianggap mampu menjawab permasalahan tahunan terkait keterbatasan kursi di SMP negeri. Dengan sistem distribusi yang diatur langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Depok, siswa diarahkan ke sekolah-sekolah swasta mitra secara merata tanpa proses seleksi mandiri dari sekolah.
“Kini, sekolah swasta menjadi bagian dari sistem pendidikan publik yang terintegrasi. Mereka bukan lagi pelengkap, tetapi pilar utama pemerataan pendidikan,” lanjut Jiacep.
Perhatian Serius pada Guru dan Mutu
Tak hanya fokus pada siswa, program ini juga menyasar peningkatan kesejahteraan guru swasta. Pemerintah Kota Depok tengah mengupayakan pengangkatan mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menjamin kejelasan status dan hak profesi mereka.
Untuk menjamin mutu akademik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ditunjuk sebagai mitra pendamping. UNJ akan memberikan pelatihan guru, pengawasan mutu, serta pendampingan berkelanjutan di sekolah-sekolah SSG.
Berita Populer
Daerah
Install App
Berita Satoe
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda

