Bogor, (BS) - Kabar baik datang untuk para petani di wilayah barat Kabupaten Bogor. Impian mereka untuk memiliki sistem irigasi yang handal dan berkelanjutan mulai terwujud. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) atau rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I) Pasir Ciung, Kecamatan Nanggung, terus dikebut. Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas masalah klasik: kekurangan air saat musim kemarau dan banjir saat musim hujan.
Rabu (12/11), Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Esda Permana Lukman, turun langsung ke lokasi proyek. Tujuannya jelas, memastikan segalanya berjalan sesuai rencana. Kedatangannya bukan sekadar inspeksi rutin, namun juga membawa harapan baru bagi para petani yang menggantungkan hidupnya pada aliran air dari irigasi ini.
“Hari ini kami melakukan monitoring pembuatan TPT di Pasir Ciung untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak dan target waktu,” ujar Esda.
Lebih lanjut, Esda menjelaskan bahwa pembangunan TPT ini adalah bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi pertanian di wilayah Bogor Barat. Jaringan irigasi yang kuat adalah urat nadi pertanian, dan TPT ini akan memastikan aliran air tetap stabil dan terkendali.
“Kami harap pembangunan TPT ini bermanfaat untuk warga sekitar, terutama para petani. Tapi setelah dibangun, kita semua juga harus ikut menjaga dan merawatnya, jangan sampai semua diserahkan ke pemerintah saja,” tambahnya.
Namun, pembangunan fisik saja tidak cukup. Esda juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, khususnya saluran irigasi. Membuang sampah sembarangan ke aliran air bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan fungsi irigasi itu sendiri.
“Menjaga kebersihan irigasi itu bukan hanya tugas DLH atau PUPR, tapi tanggung jawab bersama. Warga desa dan kecamatan juga harus ikut berperan,” tegasnya.
Pembangunan TPT di D.I Pasir Ciung ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung sektor pertanian. Lebih dari sekadar infrastruktur, proyek ini adalah investasi masa depan. Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga kesejahteraan para petani dan ketahanan pangan di wilayah Bogor. (Dery)

