BOGOR, (BS) – Upaya wartawan untuk meminta klarifikasi kepada salah satu rekanan Pemerintah Kabupaten Bogor mengenai penggunaan material plastik berstruktur kotak pada sebuah proyek kembali menemui jalan buntu. Melalui pesan WhatsApp yang dikirim pada Kamis sore (11/12/25), wartawan mengajukan tiga pertanyaan dasar terkait asal-usul, legalitas, dan sertifikasi material tersebut. Namun hingga pesan tersebut terbaca, pihak kontraktor tidak memberikan satu pun jawaban.
Dalam pesan itu, wartawan menanyakan dari pabrikan mana material plastik tersebut diperoleh, serta apakah produk itu merupakan barang impor atau produksi dalam negeri. Pertanyaan juga mencakup kelengkapan legalitas, dokumen teknis, dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang wajib dipenuhi untuk material konstruksi tertentu.
Wartawan turut meminta kontraktor menunjukkan nomor sertifikat SNI dan lembaga penerbitnya apabila material yang digunakan memang telah memenuhi standar tersebut. Namun, pihak kontraktor hanya membaca pesan tanpa memberikan respons, baik berupa penjelasan maupun konfirmasi lanjutan.
Sikap diam ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan kepatuhan terhadap standar teknis dalam pengadaan material pada proyek pemerintah. Hingga berita ini diterbitkan, kontraktor yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi.
(Dv/Sn)

