Depok, (BS) — Program Pemberian Makanan Bergizi Seimbang (MBG) di SDN 4 Pancoran Mas kembali menjadi sorotan setelah seorang orang tua siswa melaporkan temuan makanan kedaluwarsa dan berjamur yang diberikan kepada anak-anak. Insiden ini memicu kekhawatiran luas dan desakan pemeriksaan menyeluruh di seluruh sekolah penerima program.
Kasus tersebut viral setelah seorang orang tua siswa bernama MC mengunggah keluhan melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan itu, ia mengungkapkan bahwa anaknya menerima paket makanan MBG pada Senin (2/12/2025), namun tidak sempat memakannya karena sedang mengikuti ujian.
Keesokan harinya, ketika hendak disantap di rumah, MC menemukan makanan tersebut sudah kedaluwarsa sejak 1 Desember 2025 dan tampak berjamur. Temuan ini membuatnya syok dan cemas akan keselamatan anak-anak lainnya.
Kejadian Berulang, Orang Tua Merasa Tidak Ditanggapi
MC menyebut bahwa ini bukan kejadian pertama. Menurut pengakuannya, beberapa kali orang tua menemukan makanan MBG yang tidak layak konsumsi. Namun upaya menyampaikan keluhan kepada pihak sekolah dan komite tidak mendapatkan respons yang memuaskan.
Bahkan, kata MC, salah satu koordinator kelas kerap mengingatkan siswa agar memeriksa tanggal kedaluwarsa setiap menerima makanan—sebuah indikasi bahwa masalah kualitas pangan telah lama terjadi.
“Apakah harus menunggu anak-anak muntah-muntah dan masuk IGD dulu baru sadar pentingnya pemeriksaan MBG?” tulis MC dalam unggahannya yang kemudian menuai banyak reaksi dari orang tua lainnya.
Keluhan tersebut disambut dengan banyak komentar dari warganet dan orang tua siswa yang mengaku mengalami hal serupa. Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi serius agar anak-anak tidak menjadi korban kelalaian.
Penyedia MBG Akui Kelalaian

