BOGOR, (BS) - Cerita Amelia sosok Prempuan warga Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga membuka lahan budidaya sorgum secara mandiri dengan luas 5 ribu meter.
Perempuan yang juga aktif di organisasi Markas Pejuang Bogor (MPB) mulai melakukan pemberdayaan di bidang pertanian.
Dia menilai, pemilihan sorgum sangat representatif mulai dari hasil panen hingga batang pohon dapat digunakan sebagai pakan ternak.
"Kita memilih sorgum dari tanaman yang lain, banyak kelebihan kita cukup sekali penanaman tapi kita bisa 2-3 kali panen, selain itu dari batang pohon karena bisa di gunakan untuk silase atau pakan ternak," ujar Amelia dikonfirmasi, Senin (4/8/2025).
Menurutnya, pembukaan lahan di mulai sejak bulan April lalu.
Kini, kata dia, kendala dilapangan hanya peralatan yang dimiliki masih manual.
"Alat ya, karena kita masih menggunakan alat manual belum modern, dari mulai pembersihan lahan memotong rumput atau ilalang sampai pembajakan kita hanya menggunakan hand traktor," kata Amelia.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria, menyampaikan sorgum bukan sekadar komoditas alternatif, tetapi bagian penting dari strategi besar ketahanan pangan nasional.
"Sorgum adalah cermin kemandirian desa. Melalui budidaya sorgum, kita bukan hanya menanam benih pangan, tetapi juga benih harapan, kedaulatan, dan kemajuan desa," ujar Riza di acara
peluncuran Mandiri Sahabat Desa di Kecamatan Jasinga belum lama ini.

